Minggu, 27 Maret 2016

Kiat-Kiat Menghadapi Globalisasi



v Pengertian Globalisasi Menurut para Ahli

Menurut Selo Soemardjan – Pengertian Globalisasi adalah sebuah proses terbentuknya suatu sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat yang berada di seluruh dunia yang bertujuan untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama.
Menurut Edison A. Jamli dkk – Pengertian Globalisasi ialah sebuah proses yang muncul dari sebuah gagasan, yang kemudian ditawarkan agar diikuti oleh bangsa lain yang pada akhirnya akan sampai pada sebuah titik kesepakatan bersama dan menjadi panutan bersama bagi bangsa-bangsa yang berada di seluruh dunia. 
Menurut Emanuel Ritcher – Pengertian Globalisasi adalah suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat dimana mereka sebelumnya berpencar dan terisolasi yang nantinya akan saling memiliki ketergantungan dan mampu mewujudkan persatuan dunia.
Menurut John Huckle – Pengertian Globalisasi ialah suatu proses dengan kejadian, kegiatan dan keputusan di salah satu belahan dunia yang berubah menjadi suatu konsekuensi yang signifikan untuk seluruh masyarakat di daerah yang jauh sekalipun.


v Pengertian Globalisasi Menurut Wikipedia
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegrafdan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.

v Kiat-Kiat Untuk Menghadapi Globalisasi
1. Memperkuat ketakwaan dan keimanan pada Tuhan
(sesuai dengan agama masing-masing)
          Memperkuat ketakwaan dan keimanan pada Tuhan bisa dengab cara memperbanyak beribadah, mlakukan perintah, dan menghindari yang telah dilarang oleh agama. Karena sesungguhnya agama adalah dasar dari kehidupan kita ini. Agama yang kita anut pasti memiliki aturan yang baik untuk terhindar dari pengaruh buruk globalisasi. Cara ini sangat efektif untuk menghadapi Globalisasi, terutama Globalisasi Ideologi dan Budaya.

2. Menyaring Kebudayaan Luar dengan sebaik-baiknya

Banyak sekali kebudayaan buruk dari luar yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita seperti cara berpakaian, cara berbicara dengan yang lebih dewasa, makanan, dan banyak lainya. Untuk menyaringnya maka kita harus memikirkan kebudayaan seperti apa yang bisa kita terima dan juga tidak dengan melihat manfaat. Jika kurang bermanfaat maka sebaiknya kita tidak menerima budaya tersebut.


3.  Melestarikan Budaya Sendiri
Dengan kita melestarikan budaya kita sendiri atau mengembangkanya menjadi lebih baik maka budaya kita tidak akan tersingkir oleh kebudayaan dari luar. Kita tak harus menguasai semua kebudayaan yang kita miliki tentunya, karena negara kita memiliki ratusan ribu kebudayaan. Kita minimal bisa melestarikan budaya dari desa atau kota kita sendiri. Lakukanlah permainan & tradisi baik yang dimiliki oleh daerah kita, mainkanlah alat musik dari daerah kita, buatlah perlombaan bertemakan tarian daerah. Jika kita bisa melestarikan atau mengembangkan budaya kita dengan baik. Dengan budaya bisa juga menjadi pendapatan nantinya dikarenakan wisatawan asing datang ke daerah kita.


4. Membeli produk dalam negeri sendiri
Dengan membeli produk dalam negri maka kita dapat memajukan program MEAN, dapat mensejahtrakan pengusaha di negri sendiri dan terhindar dari ketergantungan atau penjajahan produk dari negri lain. Jika kta membeli produk dalam negri maka produk dari luar “tidak laku” di negri kita sehingga mereka tidak menjajahi kita dengan produknya.

Banyak masyarakat Indonesia yang kurang mencintai produk dalam negrinya sendiri, bahkan banyak yang menyepelekannya. Sedangkan produk di Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik.

Ada sebuah kisah, ada pengrajin Indonesia mengekspor barangnya ke luar negri (Inggris) karena kurang laku di Indonesia dengan harga satuan 20rb rupiah. Lalu ada wisatawan dari Indonesia di Inggris membeli suvenir dari toko ternama seharga 100rb untuk kenangan-kenanganya, dia sungguh senang & bangga membelinya karena dia berpikir itu produk dari Inggris yang indah yang tidak dapat dijumpai di Indonesia dan bila ada di Indonesia barang itu “Mudah Rusak” pikirnya, ternyata tidak barang yang dia beli adalah produk asli dari Indonesia. Sungguh tidak baik meremehkan produk dalam negri sendiri.

5. Mencintai Negara Sendiri
          Mencintai negara kita memang harus dilakukan oleh penduduknya, karena akan tidak nyaman mendiami suatu negara yang tidak dicintai. Tetapi banyak pemuda di Indonesia kurang mencintai negaranya, malahan lebih mencintai negara lain seperti Jepang, Korea, dan Inggris dikarenakan hanya mengidolakan beberapa budaya dan karya dari negara tersebut. Tetapi mereka tidak sadar dimana mereka selama ini tinggal, makan, beristirahat, dilindungi, dan menikmati hidupnya .

6. Menggunakan Perkembangan IPTEK dengan sebaik-baiknya
          IPTEK sangat cepat perkembanganya, kita sebaiknya mengimbangi perkembangan ini untuk tidak tertinggal teknologinya dari negara lain. Lebih banyak informasi dan kegunaan yang tersedia dari perkembangan IPTEK ini, tetapi juga banyak pengaruh buruknya. Maka sebaiknya kita lebih berhati-hati dan sadar untuk menghindari hal yang buruk seperti hal yang berbau pornografi, kekerasan untuk anak, lebih berhati-hati dalam menyikapi social media dan banyak sebagainya.

7. Memberi Arahan pada Generasi Muda Tentang Globalisasi
          Dengan memberi pengetahuan tentang bagaimana menyikapi Globalisasi pada generasi muda, maka generasi-generasi berikutnya pun akan lebih baik menyikapi globalisasi ini agar terhindar dari keburukannya dan mendapatkan kebaikan bagi dirinya ataupun bagi orang disekitarnya.

8. Mendukung Petani dan Pengusaha dari negri Sendiri
          Memang terbilang kurang dukungan kepada petani dan pengusaha di negri kita ini, walaupun sekarang sudah ada peningkatan dukungan untuk petani dan pengusaha kita. Kita bisa mendukung petani dan pengusaha kita dengan hal yangkecil, yaitu belilah sayur dan buah-buahan lokal di pasar modern atau di pasar tradisional. Kita bisa menanyakan berasal dari mana buah atau sayur ini? Jika jawabanya adalah berasal dari negara lain maka sebaiknya anda membeli buah atausayur yang lain. Sama halnya dengan pengusaha kita, kita apresiasi lah usaha mereka dengan tidak membeli produk luar dan membeli produk pengusaha dalam negri.

9. Meningkatkan Kualitas Belajar
(untuk pelajar ataupun mahasiswa)
          Untuk para pelajar mungkin anda merasakan kualitas belajar anda kurang baik, tetapi orang yang disekitar anda tidak mengetahuinya. Mengapa kualitas belajar harus ditingkatkan, karena hanya sedikit sekali pelajar yang benar-benar belajar yang telah ia pelajari di sekolahnya. Bisa dibilang dari 40 orang dari satu kelas hanya ada 3-5 yang benar benar memiiki kualitas belajar. Sedangkan yang lainya berharap dari 3-5 orang tersebut untuk menjawab tugas dan ujian. Yap contek-mencontek sudah seperti budaya bagi kalangan remaja. Remaja sekarang lebih senang memiliki nilai yang baik dengan cara apapun. Mengapa hal demikian bisa terjadi, dikarenakan masyarakat Indonesia kebanyakan bear-benar menilai seseorang dari nilai, bukan dari ilmunya. Kejujuran sudah jarang di negri kita ini.

          Banyak pelajar yang berkomentar tentang sekolahnya yang berangkat pagi pulang petang, sampai rumah cape dan tidak belajar lagi, ditambah kursus diluar dan sebagainya, “masih bilang gue gak belajar?” katanya. Padahal kenyataan yang sesungguhnya mereka hanya bermain saja disekolahnya, menghabiskan uang dengan jajan, jalan-jalan dengan temanya sepulang sekolah dll. Saya pernah menjadi pelajar dan karena itu saya tau. Jika anda bukanlah orang yang kurang memiliki kualitas belajar. Jadi perbaiki lah kualitas belajar anda.

         Jika generasi mudanya hanya lebih suka mengeluh dan meminta bantuan dari orang lain. Kita harusnya malu dengan negara lain. Diibaratkan pelajar jepang sibuk dengan membuat robotnya, pelajar Jerman sibuk dengan penemuan-penemuanya, pelajar Korea Utara sibuk dengan mengembangkan pertahanannya, pelajar atau pemuda Palestina sibuk dalam mempertahankan negaranya, Pelajar Cina sibuk dengan teknologinya. Nah bagaimana dengan anda, disibukan dengan apakah anda?

          Tidak semua pelajar Indonesia ini buruk, banyak sekali yang juara, sukses dalam berkarya, dan penemu-penemu cerdas dalam bidang nya. Maka kita tidak boleh mengucilkan pelajar seperti ini di negri kita, walaupun tidak bisa berbuat banyak karena hanya rakyat biasa dan hanya bisa bangga saja, kita bisa mempromosikanya lewat social media. Ini juga sebenarnya adalah tugas dari Pemerintah yang seharusnya merangkul pelajar-pelajar yang berprestasi dengan sebaik-baiknya, jangan sampai mereka berpindah tangan ke swasta asing. Dengan adanya globalisasi diharapkan pelajar di negri kita tidak terkena keburukanya dalam penurunannya pendidikan.

10. Meningkatkan Mutu dalam Bekerja

          Negara kita perlu peningkata mutu dalam bekerja, apalagi sekarang dengan adanya MEAN pekerja di Indonesia tidak hanya bersaing dengan negri sendiri, tetapi bersaing dengan banyak negara. Agar pekerja dalam negri sendiri tidak tersingkir oleh Globalisasi ini. Maka Kita harus meningkatkan mutu bekerja sesuai dengan bidang yang sedang kita tekuni sekarang.