v Pengertian Globalisasi Menurut para Ahli
Menurut Selo Soemardjan – Pengertian Globalisasi adalah sebuah proses
terbentuknya suatu sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat yang
berada di seluruh dunia yang bertujuan untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah
tertentu yang sama.
Menurut Edison A. Jamli dkk – Pengertian Globalisasi ialah sebuah proses yang
muncul dari sebuah gagasan, yang kemudian ditawarkan agar diikuti oleh bangsa
lain yang pada akhirnya akan sampai pada sebuah titik kesepakatan bersama dan
menjadi panutan bersama bagi bangsa-bangsa yang berada di seluruh dunia.
Menurut Emanuel Ritcher – Pengertian Globalisasi adalah suatu jaringan kerja
global yang mempersatukan masyarakat dimana mereka sebelumnya berpencar dan
terisolasi yang nantinya akan saling memiliki ketergantungan dan mampu
mewujudkan persatuan dunia.
Menurut John Huckle – Pengertian Globalisasi ialah suatu proses dengan
kejadian, kegiatan dan keputusan di salah satu belahan dunia yang berubah
menjadi suatu konsekuensi yang signifikan untuk seluruh masyarakat di daerah
yang jauh sekalipun.
v Pengertian Globalisasi Menurut Wikipedia
Globalisasi adalah proses
integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk,
pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.
Kemajuan infrastruktur transportasi dan
telekomunikasi, termasuk kemunculan telegrafdan Internet,
merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi)
aktivitas ekonomi dan budaya.
v Kiat-Kiat Untuk Menghadapi
Globalisasi
1. Memperkuat ketakwaan dan keimanan pada Tuhan
(sesuai
dengan agama masing-masing)
Memperkuat ketakwaan dan keimanan pada
Tuhan bisa dengab cara memperbanyak beribadah, mlakukan perintah, dan
menghindari yang telah dilarang oleh agama. Karena sesungguhnya agama adalah
dasar dari kehidupan kita ini. Agama yang kita anut pasti memiliki aturan yang
baik untuk terhindar dari pengaruh buruk globalisasi. Cara ini sangat efektif
untuk menghadapi Globalisasi, terutama Globalisasi Ideologi dan Budaya.
2. Menyaring Kebudayaan
Luar dengan sebaik-baiknya
Banyak sekali kebudayaan buruk dari luar yang tidak sesuai
dengan kebudayaan kita seperti cara berpakaian, cara berbicara dengan yang
lebih dewasa, makanan, dan banyak lainya. Untuk menyaringnya maka kita harus
memikirkan kebudayaan seperti apa yang bisa kita terima dan juga tidak dengan
melihat manfaat. Jika kurang bermanfaat maka sebaiknya kita tidak menerima
budaya tersebut.
3. Melestarikan Budaya Sendiri
Dengan kita
melestarikan budaya kita sendiri atau mengembangkanya menjadi lebih baik maka
budaya kita tidak akan tersingkir oleh kebudayaan dari luar. Kita tak harus
menguasai semua kebudayaan yang kita miliki tentunya, karena negara kita
memiliki ratusan ribu kebudayaan. Kita minimal bisa melestarikan budaya dari
desa atau kota kita sendiri. Lakukanlah permainan & tradisi baik yang
dimiliki oleh daerah kita, mainkanlah alat musik dari daerah kita, buatlah
perlombaan bertemakan tarian daerah. Jika kita bisa melestarikan atau
mengembangkan budaya kita dengan baik. Dengan budaya bisa juga menjadi pendapatan
nantinya dikarenakan wisatawan asing datang ke daerah kita.
4. Membeli produk dalam negeri sendiri
Dengan membeli
produk dalam negri maka kita dapat memajukan program MEAN, dapat mensejahtrakan
pengusaha di negri sendiri dan terhindar dari ketergantungan atau penjajahan
produk dari negri lain. Jika kta membeli produk dalam negri maka produk dari
luar “tidak laku” di negri kita sehingga mereka tidak menjajahi kita dengan
produknya.
Banyak
masyarakat Indonesia yang kurang mencintai produk dalam negrinya sendiri,
bahkan banyak yang menyepelekannya. Sedangkan produk di Indonesia memiliki
kualitas yang sangat baik.
Ada sebuah
kisah, ada pengrajin Indonesia mengekspor barangnya ke luar negri (Inggris)
karena kurang laku di Indonesia dengan harga satuan 20rb rupiah. Lalu ada
wisatawan dari Indonesia di Inggris membeli suvenir dari toko ternama seharga 100rb
untuk kenangan-kenanganya, dia sungguh senang & bangga membelinya karena
dia berpikir itu produk dari Inggris yang indah yang tidak dapat dijumpai di
Indonesia dan bila ada di Indonesia barang itu “Mudah Rusak” pikirnya, ternyata tidak barang yang
dia beli adalah produk asli dari Indonesia. Sungguh tidak baik meremehkan
produk dalam negri sendiri.
5. Mencintai
Negara Sendiri
Mencintai
negara kita memang harus dilakukan oleh penduduknya, karena akan tidak nyaman
mendiami suatu negara yang tidak dicintai. Tetapi banyak pemuda di Indonesia
kurang mencintai negaranya, malahan lebih mencintai negara lain seperti Jepang,
Korea, dan Inggris dikarenakan hanya mengidolakan beberapa budaya dan karya dari
negara tersebut. Tetapi mereka tidak sadar dimana mereka selama ini tinggal,
makan, beristirahat, dilindungi, dan menikmati hidupnya .
6. Menggunakan
Perkembangan IPTEK dengan sebaik-baiknya
IPTEK
sangat cepat perkembanganya, kita sebaiknya mengimbangi perkembangan ini untuk
tidak tertinggal teknologinya dari negara lain. Lebih banyak informasi dan
kegunaan yang tersedia dari perkembangan IPTEK ini, tetapi juga banyak pengaruh
buruknya. Maka sebaiknya kita lebih berhati-hati dan sadar untuk menghindari
hal yang buruk seperti hal yang berbau pornografi, kekerasan untuk anak, lebih
berhati-hati dalam menyikapi social media dan banyak sebagainya.
7. Memberi Arahan pada Generasi Muda
Tentang Globalisasi
Dengan memberi
pengetahuan tentang bagaimana menyikapi Globalisasi pada generasi muda, maka
generasi-generasi berikutnya pun akan lebih baik menyikapi globalisasi ini agar
terhindar dari keburukannya dan mendapatkan kebaikan bagi dirinya ataupun bagi
orang disekitarnya.
8. Mendukung Petani dan Pengusaha
dari negri Sendiri
Memang terbilang
kurang dukungan kepada petani dan pengusaha di negri kita ini, walaupun
sekarang sudah ada peningkatan dukungan untuk petani dan pengusaha kita. Kita
bisa mendukung petani dan pengusaha kita dengan hal yangkecil, yaitu belilah
sayur dan buah-buahan lokal di pasar modern atau di pasar tradisional. Kita
bisa menanyakan berasal dari mana buah atau sayur ini? Jika jawabanya adalah
berasal dari negara lain maka sebaiknya anda membeli buah atausayur yang lain.
Sama halnya dengan pengusaha kita, kita apresiasi lah usaha mereka dengan tidak
membeli produk luar dan membeli produk pengusaha dalam negri.
9. Meningkatkan Kualitas Belajar
(untuk pelajar ataupun mahasiswa)
Untuk para
pelajar mungkin anda merasakan kualitas belajar anda kurang baik, tetapi orang
yang disekitar anda tidak mengetahuinya. Mengapa kualitas belajar harus
ditingkatkan, karena hanya sedikit sekali pelajar yang benar-benar belajar yang
telah ia pelajari di sekolahnya. Bisa dibilang dari 40 orang dari satu kelas
hanya ada 3-5 yang benar benar memiiki kualitas belajar. Sedangkan yang lainya
berharap dari 3-5 orang tersebut untuk menjawab tugas dan ujian. Yap
contek-mencontek sudah seperti budaya bagi kalangan remaja. Remaja sekarang
lebih senang memiliki nilai yang baik dengan cara apapun. Mengapa hal demikian
bisa terjadi, dikarenakan masyarakat Indonesia kebanyakan bear-benar menilai
seseorang dari nilai, bukan dari ilmunya. Kejujuran sudah jarang di negri kita
ini.
Banyak pelajar
yang berkomentar tentang sekolahnya yang berangkat pagi pulang petang, sampai
rumah cape dan tidak belajar lagi, ditambah kursus diluar dan sebagainya, “masih
bilang gue gak belajar?” katanya.
Padahal kenyataan yang sesungguhnya mereka hanya bermain saja disekolahnya,
menghabiskan uang dengan jajan, jalan-jalan dengan temanya sepulang sekolah dll.
Saya pernah menjadi pelajar dan karena itu saya tau. Jika anda bukanlah orang
yang kurang memiliki kualitas belajar. Jadi perbaiki lah kualitas belajar anda.
Jika generasi mudanya hanya lebih suka mengeluh dan
meminta bantuan dari orang lain. Kita harusnya malu dengan negara lain. Diibaratkan
pelajar jepang sibuk dengan membuat robotnya, pelajar Jerman sibuk dengan
penemuan-penemuanya, pelajar Korea Utara sibuk dengan mengembangkan
pertahanannya, pelajar atau pemuda Palestina sibuk dalam mempertahankan
negaranya, Pelajar Cina sibuk dengan teknologinya. Nah bagaimana dengan anda,
disibukan dengan apakah anda?
Tidak semua
pelajar Indonesia ini buruk, banyak sekali yang juara, sukses dalam berkarya,
dan penemu-penemu cerdas dalam bidang nya. Maka kita tidak boleh mengucilkan
pelajar seperti ini di negri kita, walaupun tidak bisa berbuat banyak karena
hanya rakyat biasa dan hanya bisa bangga saja, kita bisa mempromosikanya lewat
social media. Ini juga sebenarnya adalah tugas dari Pemerintah yang seharusnya
merangkul pelajar-pelajar yang berprestasi dengan sebaik-baiknya, jangan sampai
mereka berpindah tangan ke swasta asing. Dengan adanya globalisasi diharapkan
pelajar di negri kita tidak terkena keburukanya dalam penurunannya pendidikan.
10. Meningkatkan Mutu dalam Bekerja
Negara kita perlu
peningkata mutu dalam bekerja, apalagi sekarang dengan adanya MEAN pekerja di
Indonesia tidak hanya bersaing dengan negri sendiri, tetapi bersaing dengan
banyak negara. Agar pekerja dalam negri sendiri tidak tersingkir oleh Globalisasi
ini. Maka Kita harus meningkatkan mutu bekerja sesuai dengan bidang yang sedang
kita tekuni sekarang.