Mata Kuliah : Desain Pemodelan Grafik
Nama : Luthfi Achmaddin Nizar
NPM : 53415902
Kelas : 3IA21
Nama Dosen : Syefani Rahma Deski
Nama : Luthfi Achmaddin Nizar
NPM : 53415902
Kelas : 3IA21
Nama Dosen : Syefani Rahma Deski
Sejarah Desain Komunikasi Visual
Sejak dari jaman pra-sejarah, manusia telah mengenal
serta mengimplementasikan komunikasi visual. Bentuk komunikasi visual pada saat
ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk menceritakan kejadian
sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age), bentuk lain adalah hieroglyphics yang
digunakan oleh bangsa Mesir. Kemudian seiring dengan kemajuan jaman dan
keahlian manusia, bentuk-bentuk ini beralih ke tulisan, contohnya prasasti,
buku, dan lain-lain. Dengan perkembangan kreatifitas manusia, bentuk tulisan
ini berkembang lagi menjadi bentuk-bentuk yang lebih menarik dan komunikatif,
contohnya seni panggung dan drama; seperti sendratari Ramayana, seni pewayangan
yang masih menjadi alat komunikasi yang sangat efektif hingga sekarang.
Sebagai suatu profesi, Desain Komunikasi Visual baru
berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, jika seseorang hendak
menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara visual, maka ia harus
menggunakan jasa dari bermacam-macam “seniman spesialis”. Spesialis-spesialis
ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi), typographers (penata
huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara detil dan memberi
instruksi kepada percetakan, illustrators, yang memproduksi diagram dan sketsa
dan lain-lain.
Alam
perkembangannya, Desain Komunikasi Visual telah melengkapi pekerjaan dari agen
periklanan dan tidak hanya mencakup periklanan, tetapi juga desain majalah dan
surat kabar yang menampilkan iklan tersebut. Desainer komunikasi visual telah
menjadi bagian dari kelompok dalam industri komunikasi sampai dunia periklanan,
penerbitan majalah dan surat kabar, pemasaran dan hubungan masyarakat (public
relations).
Istilah
desain komunikasi visual yang baru populer belakangan ini, sebenarnya baru
dikenal di Indonesia pada awal tahun 1980-an. Dimunculkan oleh Gert Dumbar
(seorang desainer grafis Belanda) pada tahun 1977, karena menurutnya desain
grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving
image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis
tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah
desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.
Sebelum adanya istilah Desain Komunikasi Visual, istilah yang dipakai dalam bidang komunikasi visual adalah desain grafis. Perubahan istilah tersebut dikarenakan seiring dengan kemajuan komunikasi antar manusia. Perubahan istilah tersebut sama sekali tidak mengurangi dasar-dasar penggunaan aspek grafis dalam desainnya. Pemanfaatan serta peranannya dalam kehidupan manusia semakin meluas dengan dimanfaatkannya teknologi fotografi,percetakan, komputer, animasi, dan internet.
Sebelum adanya istilah Desain Komunikasi Visual, istilah yang dipakai dalam bidang komunikasi visual adalah desain grafis. Perubahan istilah tersebut dikarenakan seiring dengan kemajuan komunikasi antar manusia. Perubahan istilah tersebut sama sekali tidak mengurangi dasar-dasar penggunaan aspek grafis dalam desainnya. Pemanfaatan serta peranannya dalam kehidupan manusia semakin meluas dengan dimanfaatkannya teknologi fotografi,percetakan, komputer, animasi, dan internet.
Pengertian Desain Komunikasi Visual
Desain komunikasi visual atau
lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia dengan singkatan DKV
pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media
dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang
bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan
penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing),
lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna
yang kesemuanya berkaitan dengan indra penglihatan.
Proses komunikasi disini
melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto,
diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan
menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung
dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari
penerima pesan untuk menguraikannya.
Perbedaan
Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni
Desain komunikasi visual
sendiri berasal dari tiga kata, desain (dari bahasa Inggris design yang diambil
dari bahasa Latin designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam
hal ini ada unsur untuk mengenali permasalahan, menetapkan tujuan dan
menentukan pemecahan. Kemudian kata komunikasi yang berarti menyampaikan suatu
pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan)
melalui suatu media dengan maksud tertentu. Komunikasi sendiri berasal dari bahasa
Inggriscommunication yang diambil dari bahasa Latin communicatio yang artinya
berbagi/membagi.Sementara kata visual sendiri bermakna segala sesuatu yang
dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal
dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian dimasukkan ke dalam
bahasa Inggris visual. Jadi desain komunikasi visual bisa dikatakan sebagai
seni menyampaikan pesan (arts of commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa
(visual language) yang disampaikan melalui media berupa desain. Dengan tujuan
menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai
dengan tujuan yang diinginkan. Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis,
tanda, simbol, ilustrasi gambar/foto, tipografi/huruf dan sebagainya yang
disusun berdasarkan khaidah bahasa visual yang khas. Isi pesan diungkapkan
secara kreatif dan komunikatif serta mengandung solusi untuk permasalahan
yang hendak disampaikan (sosial maupun komersial ataupun berupa informasi,
identifikasi maupun persuasi).
Seni murni
adalah seni yang dikembangkan untuk dinikmati keindahannya. Seni murni
mengutamakan sifat estetikanya dibandingkan kegunaannya dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagai contoh adalah lukisan, kaligrafi, dan patung. Berbeda
dengan seni terapan, seni murni tidak untuk dimanfaatkan sebagai alat bantu
lain. Yang dimanfaatkan pada seni ini adalah nilai keindahannya. Menurut
sejarah, 5 seni murni terbesar adalah lukisan, patung, arsitektur, musik dan
puisi dengan seni seni minor termasuk drama dan tari. akhir-akhir ini, Seni
Murni biasanya termasuk bentuk seni visual dan seni perform. bagaimanapun,
dalam beberapa lembaga-lembaga belajar atau musium seni murni. Seni murni
sering dikaitkan dengan bentuk seni visual. Kata murni lebih merujuk kepada
kemurnian / keaslian karya tersebut.
Imitasi, adalah salah
satu insting alam kami. Hingga kemudian, "harmoni" dan
"ritme" menjadi sebuah bagian dari ritme. Manusia, memulai dengan
hadiah alam yang kemudian dikembangkan dengan sifat masing-masing, hingga
kemudian improvisasi-improvisasi yang mereka buat melahirkan seuatu yang
disebut puisi.Definisi ini cenderung tidak mengkategorikan seni visual dari
seni murni yang dianggap kerajinan tangan]] atau seni, seperti tekstil. Pada
istilah yang lebih moderen seni visual [[secara luas dianggap sebagai yang
lebih inklusif dan kata deskripsi untuk seni pada masa kini yang menggunakan
berbagai media, yang kini dikenal sebagai seni yang tinggi.
DAFTAR PUSTAKA