Senin, 27 November 2017

Desain Komunikasi Visual

Mata Kuliah    : Desain Pemodelan Grafik
Nama               : Luthfi Achmaddin Nizar
NPM               : 53415902
Kelas               : 3IA21
Nama Dosen  : Syefani Rahma Deski


Sejarah Desain Komunikasi Visual 

Sejak dari jaman pra-sejarah, manusia telah mengenal serta mengimplementasikan komunikasi visual. Bentuk komunikasi visual pada saat ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk menceritakan kejadian sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age), bentuk lain adalah hieroglyphics yang digunakan oleh bangsa Mesir. Kemudian seiring dengan kemajuan jaman dan keahlian manusia, bentuk-bentuk ini beralih ke tulisan, contohnya prasasti, buku, dan lain-lain. Dengan perkembangan kreatifitas manusia, bentuk tulisan ini berkembang lagi menjadi bentuk-bentuk yang lebih menarik dan komunikatif, contohnya seni panggung dan drama; seperti sendratari Ramayana, seni pewayangan yang masih menjadi alat komunikasi yang sangat efektif hingga sekarang.

Sebagai suatu profesi, Desain Komunikasi Visual baru berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, jika seseorang hendak menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara visual, maka ia harus menggunakan jasa dari bermacam-macam “seniman spesialis”. Spesialis-spesialis ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi), typographers (penata huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara detil dan memberi instruksi kepada percetakan, illustrators, yang memproduksi diagram dan sketsa dan lain-lain.

     Alam perkembangannya, Desain Komunikasi Visual telah melengkapi pekerjaan dari agen periklanan dan tidak hanya mencakup periklanan, tetapi juga desain majalah dan surat kabar yang menampilkan iklan tersebut. Desainer komunikasi visual telah menjadi bagian dari kelompok dalam industri komunikasi sampai dunia periklanan, penerbitan majalah dan surat kabar, pemasaran dan hubungan masyarakat (public relations).
          
      Istilah desain komunikasi visual yang baru populer belakangan ini, sebenarnya baru dikenal di Indonesia pada awal tahun 1980-an. Dimunculkan oleh Gert Dumbar (seorang desainer grafis Belanda) pada tahun 1977, karena menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.

      Sebelum adanya istilah Desain Komunikasi Visual, istilah yang dipakai dalam bidang komunikasi visual adalah desain grafis. Perubahan istilah tersebut dikarenakan seiring dengan kemajuan komunikasi antar manusia. Perubahan istilah tersebut sama sekali tidak mengurangi dasar-dasar penggunaan aspek grafis dalam desainnya. Pemanfaatan serta peranannya dalam kehidupan manusia semakin meluas dengan dimanfaatkannya teknologi fotografi,percetakan, komputer, animasi, dan internet.


Pengertian Desain Komunikasi Visual 

Desain komunikasi visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia dengan singkatan DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indra penglihatan.

Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya.


Perbedaan Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni

Desain komunikasi visual sendiri berasal dari tiga kata, desain (dari bahasa Inggris design yang diambil dari bahasa Latin designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam hal ini ada unsur untuk mengenali permasalahan, menetapkan tujuan dan menentukan pemecahan. Kemudian kata komunikasi yang berarti menyampaikan suatu pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu. Komunikasi sendiri berasal dari bahasa Inggriscommunication yang diambil dari bahasa Latin communicatio yang artinya berbagi/membagi.Sementara kata visual sendiri bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual. Jadi desain komunikasi visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan (arts of commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yang disampaikan melalui media berupa desain. Dengan tujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi gambar/foto, tipografi/huruf dan sebagainya yang disusun berdasarkan khaidah bahasa visual yang khas. Isi pesan diungkapkan secara kreatif dan komunikatif serta mengandung solusi untuk permasalahan yang hendak disampaikan (sosial maupun komersial ataupun berupa informasi, identifikasi maupun persuasi).

Seni murni adalah seni yang dikembangkan untuk dinikmati keindahannya. Seni murni mengutamakan sifat estetikanya dibandingkan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh adalah lukisan, kaligrafi, dan patung. Berbeda dengan seni terapan, seni murni tidak untuk dimanfaatkan sebagai alat bantu lain. Yang dimanfaatkan pada seni ini adalah nilai keindahannya. Menurut sejarah, 5 seni murni terbesar adalah lukisan, patung, arsitektur, musik dan puisi dengan seni seni minor termasuk drama dan tari. akhir-akhir ini, Seni Murni biasanya termasuk bentuk seni visual dan seni perform. bagaimanapun, dalam beberapa lembaga-lembaga belajar atau musium seni murni. Seni murni sering dikaitkan dengan bentuk seni visual. Kata murni lebih merujuk kepada kemurnian / keaslian karya tersebut.

Imitasi, adalah salah satu insting alam kami. Hingga kemudian, "harmoni" dan "ritme" menjadi sebuah bagian dari ritme. Manusia, memulai dengan hadiah alam yang kemudian dikembangkan dengan sifat masing-masing, hingga kemudian improvisasi-improvisasi yang mereka buat melahirkan seuatu yang disebut puisi.Definisi ini cenderung tidak mengkategorikan seni visual dari seni murni yang dianggap kerajinan tangan]] atau seni, seperti tekstil. Pada istilah yang lebih moderen seni visual [[secara luas dianggap sebagai yang lebih inklusif dan kata deskripsi untuk seni pada masa kini yang menggunakan berbagai media, yang kini dikenal sebagai seni yang tinggi.







DAFTAR PUSTAKA


Selasa, 21 November 2017

TUGAS Review Jurnal

Tugas Softskill - Komunikasi Desain Visual
Mata Kuliah : Desain Pemodelan Grafik
Nama            : Luthfi Achmaddin Nizar
NPM             : 53415902
Kelas             : 3IA21
Nama Dosen  : Syefani Rahma Deski


JURNAL 1
Desain Komunikasi Visual – Pengertian, Ruang Lingkup, dan Jenisnya
Seseorang yang menyampaikan informasi atau pesan kepada individu atau kelompok lain sebagai komunikan atau penerima informasi atau pesan melalui media yang hanya bisa dilihat merupakan teknik komunikasi visual. Komunikasi visual ini biasa dilakukan melalui gambar, iklan pamflet, atau video tanpa suara.
Terkadang, komunikasi visual ini menggunakan bahasa tubuh atau bahasa non verbal. Dan, kebanyakan komunikasi visual ini kerap kali digunakan oleh para designer grafis dalam menyampaikan pesan melalui ilustrasi yang mereka buat untuk memberikan pesan kepada orang yang melihat. Sehingga banyak orang yang menyebutnya istilah ini adalah ‘Desain Komunikasi Visual’ (DKV).
Pengertian Desain Komunikasi Visual Menurut Para Ahli
  1. Menurut Suyanto, bahwa Desain Komunikasi Visual ini diartikan sebagai sebuah seni serta komunikasi yang digunakan kebutuhan bisnis dan industri. Ketrampilan ini bisa meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan. Serta lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual melengkapi pesan dalam publikasi.
  2. Menurut Michael Kroeger, bahwa Visual Communication (komunikasi visual) merupakan latihan teori dan konsep-konsep. Konsep tersebut dihasilkan melalui tema-tema visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
  3. Menurut Danton Sihombing, bahwa desain grafis mempekerjakan berbagai perangkat seperti marka, simbol, uraian verbal yang ditampilkan lewat tipografi dan gambar. Visualisasi tersebut ditampilkan baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Dan juga, beberapa perangkat tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.

Unsur-unsur Desain Komunikasi Visual (DKV)
  1. Warna – Unsur penting dalam DKV. Karena warna merupakan unsur yang dapat sebagai penanda atau sesuatu ciri khas dalam suatu design. Warna sendiri dibedakan menjadi dua: RGB dan CMYK.
  2. Format – Unsur sekunder/tambahan dalam DKV. Unsur ini bertugas mengartikan besar kecilnya ketajaman pada obyek. Dengan kata lain, apabila obyek itu dihasilkan lebih besar ketajamannya dari yang lain, berarti itu merupakan hal yang lebih penting untuk disampaikan.
  3. Tekstur – Corak dalam suatu design yang dapat dilihat melalui indra peraba. Tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, seperti permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan yang lainnya. Tekstur dibagi menjadi dua yaitu nyata dan semu.
  4. Ruang – Jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya. Dan, disinilah komunikator dapat memberikan efek estetika desain juga dinamika desain grafis. Kemudian, ruang digolongkan menjadi dua unsur. Antara lain obyek dan background.
  5. Garis – Unsur desain yang menghubungkan antara titik poin satu dengan titik poin yang lainnya. Hubungan tersebut agar membentuk gambar garis curve atau lurus. Di dalam dunia komunikasi visual, seringkali komunikator menggunakan solid line, dotted line, serta garis putus-putus.
  6. Bentuk – Unsur yang memberikan suatu pola dalam obyek. Bentuk dasar pada umumnya adalah kotak, lingkaran, dan segitiga.

Ruang Lingkup Komunikasi Visual
Ruang lingkup ini merupakan beberapa hal yang kerap menggunakan komunikasi Visual dalam melakukan komunikasi. Ruang lingkup itu di antaranya :
  • Desain Grafis Periklanan (Advertising). Dalam hal periklanan pasti membutuhkan komunikasi visual dan persuasif.
  • Animasi. Inilah yang menarik untuk para komunikator dengan teknik komunikasi visual.
  • Desain Identitas Usaha (Corporate Identity). Pada umumnya, hal ini digunakan ketika pembuatan Company Profile, Mock Up, hingga Slider Presentation.
  • Desain Marka Lingkungan (Environment Graphics).
  • Desain Multimedia. Desain multimedia ini digunakan di perusahaan percetakan seperti pembuatan banner, backdrop, stiker, dan lain sebagainya.
  • Desain Grafis Industri (promosi).
  • Desain Grafis Media (buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain). Biasanya hal ini dilakukan di pekerjaan penerbitan ataupun redaksional.
  • Cergam (komik), Karikatur, Poster. Hal ini diperlukan ketika pembuatan ilustrasi terhadap tulisan sebagai perwakilan tulisan.
  • Fotografi, Tipografi, dan Ilustrasi.


Jenis – jenis Komunikasi Visual
Sebenarnya komunikasi ini sudah digunakan dari zaman dahulu kala bahkan zaman purba. Mereka yang sering berkomunikasi dengan bahasa tubuh, bahkan hingga berkomunikasi melalui simbol-simbol yang dilukis di batu ataupun gua.
Bahasa inilah yang disebut piktogram, yaitu bahasa yang menggunakan simbol-simbol. Selain itu juga terdapat bentuk komunikasi visual yang lain komunikasi visual yang disebut hieroglyphics yang yang merupakan gambar-gambar atau simbol-simbol sebagai penanda suatu kejadian atau sebagai tata cara mereka berkomunikasi dengan kelompok lain. 
 Dan seiring dengan kemajuan jaman dan peradaban manusia, bentuk-bentuk tersebut beralih ke verbal atau tulisan seperti prasasti, buku, dan lain-lain. Sehingga, bentuk tulisan pun kini semakin berkembang juga karena adanya kreatifitas seseorang yang semakin maju. Bentuk tulisan ini pun menjadi bentuk komunikasi yang lebih komunikatif dan efektif dibandingkan sebelumnya. Kemudian, bentuk komunikasi ini dapat menggunakan media seperti melalui pertunjukkan drama atau opera bahkan wayang yang masih digunakan hingga saat ini pun masih digunakan.
Salah satu contohnya para demonstran yang ingin berkomunikasi kepada para pejabat melalui orasi dengan mempertontonkan sebuah pertunjukkan tetaer dengan simbolik kegelisahan mereka.


JURNAL 2
Visual Comunnication Design
     The Visual Communication Design study examines the way visual language can be used to convey ideas, information and messages in the fields of communication, environmental and industrial design. Designers create and communicate through visual means to shape the everyday quality of life for individuals, communities and societies. Visual communication design relies on drawing as the primary component of visual language to support the conception and visualisation of ideas. Consequently, the study emphasises the importance of developing a variety of drawing skills to visualise thinking.

Technical Drawing Specifications Resource
Media are the digital and non-digital applications used to make visual communications. Examples of digital applications include vector-based and raster-based programs. Examples of non-digital applications include pencils, ink, markers, pastels, acrylic paint, gouache, dye and film.
 Materials are the surfaces or substrates that visual communications are applied to or constructed from. Examples include paper, screen, card, textile, metal and plastic.
 Design elements are components of visual communications. For this study they include point, line, shape, form, tone, texture, colour and type.
 Design principles are accepted coventions associated with arranging or organising design elements. For this study they include figure-ground, balance, contrast, cropping, hierarchy, scale, proportion and pattern (repetition and alternation).
 Design Fields and Components of Visual Communication
 Communication Design – presents visual information for communication purposes
 Includes Graphic Design, Information Design, Digital and Web Design, Advertising, Print Publication/Book Illustration and Typographic Design, Package/surface Design and Logo Design and Brand Identity.
 Environmental Design – presents visual information to communicate information about built/constructed environments
 Includes Architectural Design, Interior Design, Landscape Design, Set Design and Exhibition/Display Design.
 Industrial Design – presents visual information to communicate information about objects and products Includes Engineering Design, Product Design, Furniture and Fashion Design.



Pendapat tentang kedua Jurnal tersebut

Kelebihan :
   Berdasarkan pembahasan dari kedua jurnal tersebut materi yang diterapkannya sangat bagus dan menggunakan bahasa yang baku sehingga mudah di mengerti

Kekurangan :
    Pada jurnal pertama dan kedua tidak tersedianya gambar untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi jurnal

Kesimpulan
      Desain Komunikasi Visual adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku). Desain Komunikasi Visual maupun Desain Grafis tidaklah terlalu berbeda, sebab pada dasarnya dalam Desain Komunikasi Visual dan Desain Grafis terdapat elemen-elemen desain seperti: garis; bentuk; tekstur; ruang; ukuran; dan warna. Hanya saja yang membedakan keduanya adalah Desain Komunikasi Visual ditempatkan pada ilmu-ilmu komunikasi, sedangkan Desain Grafis tidak terikat dengan ilmu-ilmu komunikasi.



DAFTAR PUSTAKA
http://libguides.mhs.vic.edu.au/viscommdesign.(20 November 2017 Jam 16:00 WIB)

https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-visual

Rabu, 11 Oktober 2017

Review Jurnal

Mata kuliah : Desain Pemodelan Grafik
Nama : Luthfi Achmaddin Nizar
Npm : 53415902
Kelas : 3IA21
Dosen : Syefani Rahma Deski

 JURNAL 1
Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi dalam Membuat Design Pemodelan Grafis -
Desain Pemodelan Grafis tentu memiliki pengaruh terhadap berbagai hal. Budaya yang digunakan sebagai sumber pemikiran untuk mengembangkan suatu desain grafis. Banyak budaya kita yang menarik digunakan sebagai desain grafis, sebagai contohnya adalah kerajinan kain daerah, keramik dan masih banyak lainnya. Sedangkan Teknologi diperlukan karena semakin mudah bagi kita untuk menciptakan karya desain grafis dengan waktu yang cepat dan kita pun bisa menghasilakn banyak sedali desain grafis sehingga lebih mengefisienkan segalanya.
Kerajinan kain daerah merupakan warisan turun menurun dari nenek moyang yang indah untuk dijadikan sebagai sumber pikiran dalam melakukan pembuatan desain grafis, contoh perealisasiannya adalah batik dan songket.


JURNAL 2
Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi dalam Membuat Desain Pemodelan Grafis
Didalam sebuah pemodelan grafis banyak hal yang dapat mempengaruhi unsur-unsur dalam pembuatan sebuah model grafik. Ada dua unsur yang sangat berpengaruh akan adanya pemodelan grafik, yaitu kebudayaan dan teknologi.
  • Kebudayaan
    Penggunaan simbol atau tokoh heroik dari budaya masa lalu mewakili sudut pandang tertentu ciri dari sebuah pemodelan grafik yang memberikan pengaruh dalam Desain pemodelan Grafis, dimana desainer harus memperhatikan aturan-aturan peranan yang dimainkan oleh budaya, agar tidak terjadi sebuah kesalahan sistematis yang kurang diinginkan. Dan desainer juga harus memperhatikan kelas sosial agar dapat memberikan hasil terbaik terhadap perilaku konsumen yang menginginkannya.
  • Teknologi
    Teknologi sangat mempengaruhi bagaimana pembuatan desain yang diproduksi dan juga mempengaruhi perkembangan dalam selera gaya, atau seni yang dibuat hanya dengan tujuan mengekspresikan rasadi kalangan masyarakat itu sendiri secara sebagian ataupun keseluruhan, yang akhirnya tercermin dalam bentuk sebuah model desain yang akan diproduksi bahkan ditawarkan kesejumlah pengamat grafik. Apalagi kemajuan teknologi sekarang ini desain grafis menjadi sangat mudah untuk di operasikan, Dari mulai pembaharuan software yang dirancang untuk menampilkan desain-desain terbaru,hingga pengunggahan yang dapat menghasilkan uang dari beberapa model dinamis karya seorang desainer ke sebuah internet, sertamemudahkan desainer menjadi lebih mudah dalam mengembangkan imajinasinya. Maka teknologi pun akhirnya menjadi sarana untuk mempermudah realisasi pembuatan model dengan menyediakan beberapa teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.Dari contoh simpel tadi dapat di simpulkan perkembangan teknologi merupakan sesuatu hal yang sangat baik didalam segala bidang, apabila di diimbangi dengan pemikiran positif dari penggunanya.


Pendapat tentang Jurnal Tersebut

Kelebihan:   
Berdasarkan pembahasan dari 2 jurnal tersebut yang berjudul “pengaruh kebudayaan dan teknologi dalam pembuatan desain grafis”, Judul dan isi dari jurnal tersebut sangat sesuai. materi yang disampaikan mudah di mengerti serta bahasa yang digunakan mudah dipahami.

Kekurangan:
Pada kedua jurnal tersebut kurang menegaskan dan penjelasan atas alasan kenapa teknologi dan kebudayaan sangat berpengaruh pada pembuatan desain pemodelan grafik, walaupun memang benar budaya dan teknologi sangat berpengaruh pada pembuatan desain grafis.

Kesimpulan:
Budaya dan teknologi sangat berpengaruh dalam pembuatan desain grafis. Banyak budaya kita yang menarik digunakan sebagai desain grafis, sebagai contohnya adalah kerajinan kain daerah, keramik dan masih banyak lainnya. Kerajinan kain daerah merupakan warisan turun menurun dari nenek moyang yang indah untuk dijadikan sebagai sumber pikiran dalam melakukan pembuatan desain grafis. Teknologi sangat mempengaruhi bagaimana pembuatan desain yang diproduksi dan juga mempengaruhi perkembangan dalam selera gaya, atau seni yang dibuat hanya dengan tujuan mengekspresikan rasadi kalangan masyarakat itu sendiri secara sebagian ataupun keseluruhan, yang akhirnya tercermin dalam bentuk sebuah model desain yang akan diproduksi bahkan ditawarkan kesejumlah pengamat grafik.

Refrensi
Jurnal 1 : URL : http://legaiabay.blogspot.co.id/2015/11/tugas-pengaruh-kebudayaan-dan-teknologi.html
Jurnal 2 : http://b-infoholic.blogspot.co.id/2014/11/


Rabu, 27 September 2017

Tulisan Desain Pemodelan Grafik



Mata kuliah  : Desain Pemodelan Grafik
Nama            : Luthfi Achmaddin Nizar
Npm              : 53415902
Kelas             : 3IA21
Dosen            : Syefani Rahma Deski

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Desain pemodelan grafik adalah suatu proses penciptaan suatu obyek baru dengan menggunakan software dan melalui beberapa tahapan yakni membuat, menyimpan dan memanipulasi model dan citra. Proses ini sepenuhnya dilakukan oleh komputer. Grafik komputer bukan hanya permodelan 2D saja yang hanya menggambarkan sebuah penggambaran tampak depan,namun ada pula permodelan 3D yang lebih terlihat seperti nyata. Desain Pemodelan Grafik adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang teknik membuat sebuah objek, memanipulasi gambar dan membuat sebuah gambar dapat terlihat seperti hidup. Grafis yang dibuat dengan baik dapat mempresentasikan hal yang terlihat sulit menjadi suatu hal yang mudah dan dapat mudah dipahami. Grafik juga dapat digunakan dalam media seperti laporan, thesis serta makalah. Untuk mendukung perkembangan ini telah banyak perangkat lunak yang diciptakan untuk mendukung kinerja dari komputer grafis. Perangkat-perankat lunak tersebut dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu untuk 2D, 3D, dan animasi grafis. Karena teknologi berkembang pesat kebanyakan digunakan adalah perangkat 3D, tetapi tidak sedikit yang masih menggunakan perangkat komputer grafis  2D.

1.2 Identifikasi Masalah
1. Bagaimana sejarah desain pemodelan grafik ?
2. Apa pengertian dari desain pemodelan grafik ?
3. Apa saja software yang digunakan dalam desain pemodelan grafik?
4. Apa saja manfaat dari desain pemodelan grafik ?

1.3 Tujuan 
1. Adapun tujuan tulisan ini adalah:
2. Memenuhi kewajiban tugas mata kuliah Desain Pemodelan Grafik. 
 3. Untuk memberikan informasi tentang desain pemodelan grafik

I.4 Metodologi Penelitian
            Merupakan metode pengumpulan sumber refrensi yang diperoleh dari sumber-sumber kepustakaan dengan membaca dan mempelajari sumber-sumber terkait dalam internet.

I.5 Sistematika Penulisan
            Untuk memudahkan dalam menulis karya tulis ini, maka disajikan ke dalam bab yang secara garis besar sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan
          Bab ini menguraikan latar belakang dari permasalahan yang akan diuraikan, permasalahan dan pembatasan masalahnya, tujuan dan manfaat penelitian yang hendak diperoleh dari kegiatan penelitian bagi diri sendirimaupun pihak-pihak lain, serta metodologi sekaligus sistematika penulisan yang berisi uraian singkat tentang karya tulis ini secara keseluruhan.

Bab II Pembahasan
          Bab ini menguraikan permasalahn yang diteliti oleh penulis berdasarkan permasalahan dan pembatasan penelitian untuk mencapai tujuan penelitian serta memberikan manfaat yang nyata bagi para pembaca.

Bab III Penutup
          Bab ini berisi tentang kesimpulan yang merupakan pernyataan singkat dari hasil analisis dan pembahasan penelitian, serta saran penulis terhadap objek penelitian berdasarkan analisis yang telah dilakukan oleh penulis.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1  Sejarah Desain Pemodelan Grafik
Desain grafis berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Pada tahun 1891 sampai 1896, Percetakan William Morris kelmscott mempublikasikan buku karya desain grafiik yang dibuat oleh gerakan Arts and Crafts , dan membuat buku dengan desain yang lebih bagus dan elegan untuk dijual kepada orang-orang kaya. Morris membuktikan adanya potensi pasar untuk produk-produk desain grafis. Morris juga mempelopori pemisahan desain grafik dari seni rupa. Karya –karya Morris dan karya dari pergerakan Private Press secara langsung mempengaruhi Art Nouveau, dan secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan desain grafis pada awal abad ke 20.

Kata "Desain Grafik" sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah essai yang berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku asal Amerika.

Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafik pada judulnya.

The signage in the London Underground adalah contoh desain klasik pada abad modern yang menggunakan jenis huruf yang dirancang oleh Edward Johnston pada tahun 1916.

Pada tahun 1920, Aliran konstuktivisme di Uni Soviet melihat seni yang berorientasi individu tidak 
ada gunanya bagi Rusia dan membuat sesuatu yang dapat diterapkan di dunia nyata. Mereka mendesain bangunan, perangkat teater, poster, kain, pakaian, perabot, logo, menu, dll.

Jan Tschichold merumuskan prinsip-prinsip dasar tipografi modern pada tahun 1928 dalam bukunya yang berjudul New Typography. Tschichold, Bauhaus,Herbert Bayer and Laszlo Moholy-Nagy, and El Lissitzky adalah tipografer yang berpengaruh besar dalam ilmu desain grafik yang kita kenal sekarang ini. Mereka mempelopori teknik produksi yang digunakan sepanjang abad ke 20. Pada tahun-tahun berikutnya desain grafik mendapat banyak pengakuan dan mulai banyak diterapkan. Pasca Perang Dunia II, kebutuhan akan desain grafik meningkat pesat, terutama untuk periklanan dan kemasan produk. Perpindahan Sekolah Bauhaus dari Jerman ke Chicago pada tahun 1937 membawa pengaruh besar pada desain di Amerika. Nama- nama yang terkenal diantaranya Adrian Frutiger(desainer jenis huruf Univers dan Frutiger), Paul Rand(yang dari akhir 1930-an sampai kematiannya pada tahun 1996 menggunakan prinsip Bauhaus dan menerapkannya padaiklan dan desain logo

Perkembangan grafis terus berkembang hingga saat ini dan akan terus berkembang hingga seterusnya seiring waktu berjalan dan akan semakin mudah dipelajari.

2.2  Pengertian Desain Pemodelan Grafik
   Desain pemodelan grafik adalah suatu proses penciptaan suatu obyek baru dengan menggunakan software dan melalui beberapa tahapan yakni membuat, menyimpan dan memanipulasi model dan citra. Desain pemodelan grafik terdiri dari 3 suku kata yakni Desain, Pemodelan dan Grafik dan jika diuraikan masing – masing dari setiap arti suku kata tersebut memiliki pengertian sebagai berikut :

• Desain
Desain adalah seni terapan, arsitektur dan pencapaian kreatif lainnya. Desain juga diartikan sebagai kerangka bentuk atau rancangan.

• Pemodelan
Pemodelan adalah pola/contoh dari sesuatu yang akan dibuat atau dirancang. Pemodelan adalah tahap dimana akan dibentuknya suatu obyek. Proses pemodelan ini memerlukan perancangan dengan beberapa langkah saat pembuatannya.

• Grafik
Grafik didefinisikan sebagai pengungkaapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, simbol dan gambar dengan menggunakan proses pencetakan. Grafik juga didefinisikan sebagai suatu manipulasi model dan citra.
Demikian pengertian dari setiap arti suku kata Desain Pemodelan Grafik dan jika di tarik kesimpulan maka pengertian Desain Pemodelan Grafik merupakan suatu proses penciptaan suatu obyek baru dengan menggunakan software dan melalui beberapa tahapan yakni membuat, menyimpan dan memanipulasi model dan citra.

2.3  Software untuk Pemodelan Grafik
Berikut adalah beberapa software yang dapat kita gunakan untuk pemodelan grafik :

Desktop Publishing
o Adobe Photoshop
o Adobe Illustrator
o CorelDraw

Web Desain
o Adobe Dreamweaver
o Microsoft Frontpage
o Notepad

Audio Visual
o Adobe After Effect
o Adobe Premier
o Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash

Rendering 3 Dimensi
o 3D StudioMax
o AutoCad
o Google SketchUp
o Blender

2.4  Manfaat Desain Pemodelan Grafik
Banyaksekali manfaat yang kita dapat dengan adanya desain peodelan grafik. Manfaat ini kita bagi dalam beberapa aspek yaitu dalam aspek budaya, pendidikan, hiburan, perancangan, dan teknologi.

  •  Budaya


      Desain pemodelan grafis dalam hal hal budaya dapat diliat pada pahatan batu-batu candi di Indonesia, tenun, dan desain gambar pada batik.
Pada pahatan batu-batu candi, biasanya terdapat gambar-gambar mengenai kehidupan manusia pada masa lalu atau kisah mengenai sejarah candi tersebut. Sedangkan untuk batik, gambar yang disediakan berasal dari binatang, tanaman, bahkan hingga bentuk manusia, awan, relief, dan logo tim sepak bola. Jadi, dapat disimpulkan bahwa desain pemodelan grafis pada bidang budaya berguna untuk menggambarkan sejarah dan nilai seni dalam budaya tersebut.

  •  Pendidikan

     
     Grafik komputer pada pendidikan digunakan untuk mempresentasikan objek-objek pada siswa secara nyata, dapat melalui power point ataupun software lainnya. Dengan penggunakan bentuk objek ini diharapkan siswa lebih nyata dalam menerima semua materi yang telah diajarkan, tidak hanya teori saja tetapi dapat pula melihat bentuk dan simulasinya. Bentuk ini dapat berupa penggambaran bidang, ruang, grafik, gambar kerangka manusia, susunan tubuh manusia, dan sebagainya.


  •   Hiburan

     
     Tidak memungkiri pada sekarang ini semua acara hiburan di televisi banyak menggunakan grafik komputer. Mulai dari film kartun, iklan, sampai sinetron sekalipun sudah di selipi oleh grafik komputer. Grafik komputer disini berupa efek animasi yang dapat membuat film semakin menarik.


  • Perancangan


     Pada bidang ini grafik komputer digunakan untuk membuat berbagai desain dan model objek yang akan dibuat. Misalnya digunakan untuk mendesain suatu arsitektur bangunan, desain kendaraan, dan lainnya. Menggunakan software desain grafis seperti auto cad semuanya akan berlangsung secara mudah dan lebih spesifik dalam perancangan yang akan dibuat. Memperkecil tinggkat kesalahan sehingga akan menhasilkan suatu model yang sama seperti aslinya.


  • Teknologi


     Desain grafis, seperti disiplin ilmu lainnya, terkait dengan teknologi di berbagai tingkatan. Teknologi mempengaruhi bagaimana desain yang diproduksi dan juga mempengaruhi perkembangan dalam gaya, seni, dan masyarakat secara keseluruhan, yang pada gilirannya tercermin dalam bentuk desain. Teknologi juga menawarkan desainer berbagai media untuk proyek-proyek mereka.


BAB 3
PENUTUP
 
3.1 Kesimpulan
Desain pemodelan grafik adalah suatu proses penciptaan suatu obyek baru dengan menggunakan software dan melalui beberapa tahapan yakni membuat, menyimpan dan memanipulasi model dan citra. Proses ini sepenuhnya dilakukan oleh komputer. Grafik komputer bukan hanya permodelan 2D saja yang hanya menggambarkan sebuah penggambaran tampak depan,namun ada pula permodelan 3D yang lebih terlihat seperti nyata. Desain grafis berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Ada banyak software dalam pembuatan desain pemodelan grafik, kita dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan selera.



Refrensi