Kelas
: 4ia21
Pendahuluan
Perkembangan
teknologi di era ini menggunakan konsep – konsep seperti social networking,
open, share, colaborations, mobile, easy maintenance, one click, terdistribusi,
scalability, concurency, dan transparan. Sampai saat ini trend teknologi Cloud
Computing (Komputasi Awan) masih terus diteliti dalam penelitian – penelitian
para pakar IT dunia. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, Cloud Computing
hadir dengan memudahkan akses data dari mana saja dan kapan saja, karena dengan
memanfaatkan internet dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device
menggunakan internet cloud sebagai tempat penyimpanan data, aplikasi dan
lainya. Teknologi ini akan memberikan banyak keuntungan baik dari sisi pemberi
layanan (provider) atau dari sisi user. Penerapan teknologi ini memberikan
dampak yang sangat signifikan bagi pengembangan teknologi itu sendiri, baik
dari sisi pengguna maupun dari sisi industri. Pengguna diuntungkan dengan
semakin mudahnya memperoleh atau mengunduh data secara cepat dan mudah karena
banyak layanan yang dibuka oleh pihak industri. Keuntungan bagi pihak industri
pun tidak kalah besar dengan kemudahan yang didapat oleh pengguna, karena
dengan semakin majunya teknologi cloud computing akan semakin memudahkan
industri untuk memasarkan produk dan menyebarkan informasi secara meluas
keseluruh penjuru dunia.
Cloud
computing atau secara kata bila
diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi “Komputasi
Awan”,adalah gabungan pemanfaatan
teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’).
Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka
kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana
terdapat beragam aplikasi maupun data
dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi
(shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang
beragam – mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau
perusahaan.
Kelebihan Cloud Computing:
Kelebihan
paling menonjol dari cloud computing adalah kemudahan akses. Untuk mengerjakan
suatu pekerjaan tidak mesti berada dihadapan satu komputer yang sama. Misal
anda diberi tugas oleh oleh atasan anda untuk membuat sebuah bahan presentasi
dengan format aplikasi power point, karena pada komputer anda tidak ada
aplikasi power pointnya maka anda bisa membuatnya di Google Docs (Google Drive)
ataupun skydrive nya windows. Cukup koneksi ke internet, login ke akun google
atau hotmail. Outlook mail, maka anda pun sudah bisa membuat bahan presentasi
secara online. Fleksibilitas, seperti contoh diatas, bahan presentasi yang kita
buat tidak perlu di simpan di hardisk yang akan memakan ruang space. Dimanapun
anda berada ataupun kemanapun anda berpergian file – file tersebut bisa dibuka
dimana saja asalkan ada koneksi internet. Andaikata anda akan pergi ke
perusahaan cabang anda, anda tidak perlu lagi repot – repot membawa laptop ke
cabang perusahaan anda, karena semua file – file tersimpan diawan. Penghematan
adalah kelebihan lain dari cloud computing.
Kekurangan Cloud Computing:
Hal
yang paling wajib dalam cloud computing adalah koneksi internet, internet bisa
dibilang jalan satu – satunya untuk menuju ke cloud computing, ketika tidak ada
koneksi internet ditempat kita berada, maka jangan harap bisa menggunakan
sistem cloud computing. Hal ini masih menjadi hambatan khususnya bagi Indonesia,
karena belum semua wilayah di tanah air terjangkau oleh akses internet,
ditambah lagi sekalipun ada koneksi internet, koneksinya belum stabil dan
kurang memadai. Kerahasiaan dan keamanan adalah salah satu hal yang paling
diragukan pada komputasi awan. Karena dengan menggunakan sistem cloud computing
ini berarti kita mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan kerahasiaan data –
data kepada perusahaan penyedia server komputasi awan (cloud computing). Contoh
yang paling sederhana adalah ketika anda menyimpan foto – foto anda di facebook
dengan beberapa konfigurasi privasi yang diberikan kepada kita, maka selebihya
kita mempercayakan keamanan file – file tersebut kepada facebook. Andaikata
foto – foto tersebut hilang kita tidak bisa menuntut karena kita memanfaatkan
jasa tersebut secara cuma – cuma alias gratis.
Pengantar Komputasi Grid
Komputasi
grid adalah sumber daya yang dibutuhkan banyaknya komputer yang terdistribusi
dan terpisah secara geografis, jadi komputasi grid ini untuk memecahkan masalah
bersekala besar, yang dimaksud besar adalah suatu medan yang sangat jauh atau
terpisahnya secara geografis yang terhubung atau terdistribusi dihubungkan
dengan adanya komputasi cloud.

Sistem
grid dirancang untuk berbagi sumber daya secara kolaboratif. Hal ini juga dapat
dianggap sebagai komputasi didistribusikan dengan skala besar. Grid pada
dasarnya adalah salah satu konsep computing yang menggunakan kemampuan
pengolahan unit komputasi yang berbeda untuk memproses serta menangani suatu
tugas (task). Tugas ini nantinya akan dibagikan menjadi beberapa sub-tugas,
masing-masing mesin pada grid memiliki tugas, ketika sub-tugas tersebut telah
selesai melakukan tugasnya nantinya mereka akan dikirim kembali ke mesin utama
yang mengurus semua tugas lalu semua tugas-tugas yang telah selesai nantinya
akan digabungkan secara bersama-sama untuk mengeluarkan output.

Konsep
Komputasi Grid :
1.
Sumberdaya Infrastruktur
2.
Sumberdaya Aplikasi
3.
Sumberdaya Informasi
Jenis-Jenis
Komputasi Grid :
1.
Gram (Gird Resources Allocation and Management)
2.
RTF/Grid RTF (Reliable File Transfer/Grid File Transfer Protocol)
3.
MDS (Monitoring and Discovery Service)
4.
GSI (Grid Security Information)
Kelebihan dan Kelemahan Komputasi
Grid
Setelah
mengetahui apa itu Grid Computing, selanjutnya akan dijelaskan tentang
kelebihan dan kekurang Grid Computing, berikut adalah penjelasannya.
Kelebihan
Grid Computing :
· Lebih
hemat biaya dalam penggunaan sejumlah tertentu sumber daya komputer.
· Sebagai
cara untuk memecahkan masalah yang mungkin tidak dapat dipecahkan tanpa
sejumlah besar daya komputasi
· Sumberdaya
dari banyak komputer dapat kooperatif dan dimanfaatkan secara sinergis, serta
dikelola sebagai sebuah kolaborasi mencapai tujuan bersama.
· Perkalian
dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan storage tersedia ketika idle
· Lebih
cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah apat
berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih luas.
· Software
dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka standard, Akses terhadap model dan
perangkat berbeda, Metodologi penelitian yang lebih baik
· Data:
Akses terhadap sumber data global, dan Hasil penelitian lebih baik
Kekurangan
Grid Computing
Menurut
Myerson (2009), penggunaan grid computing tidak terlepas dari beberapa isu
serta resiko yang mungkin dapat terjadi bagi perusahaan.
Beberapa
isu yang harus diperhatikan, antara lain:
· Tidak
adanya interoperabilitas antar sistem. Interoperabilitas adalah kemampuan dari
suatu sistem untuk berinteraksi dan berfungsi dengan sistem lain, di masa kini
atau di masa mendatang, tanpa batasan
akses atau implementasi.
· Dalam grid computing, permasalahan yang paling
sering dijumpai adalah perbedaan format data yang dapat menghambat impor dan
ekspor data dari komputer satu ke
komputer lainnya. Hal ini menyebabkan tidak terjadinya interperobilitas
dalam sistem grid computingsehingga
diperlukan reformat data atau penggunaan suatu aplikasi agar data tersebut bisa
diubah dan dipakai dalam suatu format tertentu.
· Hadirnya
biaya tersembunyi. Misal, suatu perusahaan bisa dikenakan biaya yang lebih
tinggi dari jaringan penyedia layanan
grid computing untuk penyimpanan dan aplikasi database yang berisi
terabyte data. Hal ini mungkin melampaui biaya perusahaan yang sedang berhemat untuk
infrastruktur baru, training bagi
karyawan, atau pembiayaan untuk lisensi baru beberapa perangkat lunak.
· Latency
data yang besar. Latency data yang besar seringkali menjadi kendala bagi
perusahaan akibat letaknya yang jauh
dari penyedia layanan atau terpisah secara geografis dengan perusahaan penyedia
layanan grid computing
Virtualisasi
Ada
dua istilah yang sedang popouler saat ini dalam hal teknologi komputasi, yaitu
Virtualisasi dan Cloud computing, namun saat ini sepertinya banyak yang
menganggap bahwa virtualisasi dan cloud computing adalah hal yang sama, padahal
sebenarnya cloud computing itu lebih dari sekedar virtualisasi.
Virtualisasi
adalah sebuah teknologi, yang memungkinkan anda untuk membuat versi virtual
dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, storage data atau
sumber daya jaringan. Proses tersebut dilakukan oleh sebuah software atau
firmware bernama Hypervisor. Hypervisor inilah yang menjadi nyawanya
virtualisasi, karena dialah layer yang “berpura – pura” menjadi sebuah
infrastruktur untuk menjalankan beberapa virtual machine. Dalam prakteknya,
dengan membeli dan memiliki satu buah mesin, anda seolah – olah memiliki banyak
server, sehingga anda bisa mengurangi pengeluaran IT untuk pembelian server
baru, komponen, storage, dan software pendukung lainnya.
Virtualisasi
merupakan istilah umum yang mengacu kepada abstraksi dari sumberdaya komputer.
dapat diartikan juga sebagai pembuatan bentuk versi virtual dari suatu hal yang
bersifat fisik. Singkatnya, Virtualization adalah sebuah versi virtual suatu
entitas. Contoh dari Virtualization adalah sistem operasi, perangkat
penyimpanan data dan sumber daya jaringan. Atau partisi hardisk, jika kita
hanya punya 1 Hardisk fisik, kita dapat membaginya dalam beberapa partisi.

Distributed Computation in Cloud
Computing
Kegiatan
ini merupakan kumpulan beberapa computer yang terhubung untuk melakukan
pendistribusian, seperti mengirim dan menerima data serta melakukan interaksi
lain antar computer yang dimana membutuhkan sebuah jaringan agar computer satu
dan lainnya bisa saling berhubung dan melakukan interaksi. Hal ini semua
dilakukan dengan cloud computing yang seperti kita ketahui memberikan layanan
dimana informasinya disimpan di server secara permanen dan disimpan di computer
client secara temporary.
Komputasi
Terdistribusi merupakan salah satu tujuan dari Cloud Computing, karena
menawarkan pengaksesan sumber daya secara parallel, para pengguna juga bisa
memanfaatkannya secara bersamaan (tidak harus menunggu dalam antrian untuk
mendapatkan pelayanan), terdiri dari banyak sistem sehingga jika salah satu
sistem crash, sistem lain tidak akan terpengaruh, dapat menghemat biaya
operasional karena tidak membutuhkan sumber daya (resourches).
Distribusi
komputasi ini memiliki definisi mempelajari penggunaan terkoordinasi dari
computer secara fisik terpisah atau terdistribusi. Pada distributed computing
ini, program dipisah menjadi beberapa bagian yang dijalankan secara bersamaan
pada banyak computer yang terhubung melalui jaringan internet.
Map Reduce & no SQL
Map-Reduce
adalah salah satu konsep teknis yang sangat penting di dalam teknologi cloud
terutama karena dapat diterapkannya dalam lingkungan distributed computing.
Dengan demikian akan menjamin skalabilitas aplikasi kita.
Salah
satu contoh penerapan nyata map-reduce ini dalam suatu produk adalah yang
dilakukan Google. Dengan inspirasi dari functional programming map dan reduce
Google bisa menghasilkan filesystem distributed yang sangat scalable, Google
Big Table.
Dan
juga terinspirasi dari Google, pada ranah open source terlihat percepatan
pengembangan framework lainnya yang juga bersifat terdistribusi dan menggunakan
konsep yang sama, project open source tersebut bernama Apache Hadoop.
NoSQL
adalah istilah untuk menyatakan berbagai hal yang didalamnya termasuk database
sederhana yang berisikan key dan value seperti Memcache, ataupun yang lebih
canggih yaitu non-database relational seperti MongoDB, Cassandra, CouchDB, dan
yang lainnya.
Wikipedia
menyatakan NoSQL adalah sistem menejemen database yang berbeda dari sistem
menejemen database relasional yang klasik dalam beberapa hal. NoSQL mungkin
tidak membutuhkan skema table dan umumnya menghindari operasi join dan
berkembang secara horisontal. Akademisi menyebut database seperti ini sebagai
structured storage, istilah yang didalamnya mencakup sistem menejemen database
relasional.
No SQL Database
Database
NoSQL, juga disebut Not Only SQL, adalah sebuah pendekatan untuk pengelolaan
data dan desain database yang berguna untuk set yang sangat besar data
terdistribusi.
NoSQL,
yang mencakup berbagai teknologi dan arsitektur, berusaha untuk memecahkan
masalah skalabilitas dan kinerja data yang besar yang database relasional tidak
dirancang untuk menangani. NoSQL ini sangat berguna ketika perusahaan perlu
untuk mengakses dan menganalisis sejumlah besar data terstruktur atau data yang
disimpan dari jarak jauh pada beberapa virtual server di awan. .
Berlawanan
dengan kesalahpahaman yang disebabkan oleh namanya, NoSQL tidak melarang bahasa
query terstruktur (SQL). Meskipun benar bahwa beberapa sistem NoSQL sepenuhnya
non-relasional, yang lain hanya menghindari fungsi relasional dipilih seperti
skema tabel tetap dan bergabung dengan operasi. Sebagai contoh, daripada
menggunakan tabel, database NoSQL mungkin mengatur data menjadi objek, kunci /
nilai berpasangan atau tupel.
Referensi :
[1] Ismail, Fauzi.2017.Virtualisasi pada cloud computing.Diambil
dari: https://fauzismail24.blogspot.com/2017/04/peran-virtualization-pada-cloud.html.(17
april 2019 jam 11:00 WIB).
[2] 2017. Pengantar Komputasi Grid.Diambil dari: http://dawn-harmony.blogspot.com/2017/04/pengantar-komputasi-grid.html.
(17 april 2019 jam 11:05 WIB).
[3] Yasha.2018.Cloud Computing.Diambil dari: https://www.dewaweb.com/blog/cloud-computing/.
(17 april 2019 jam 11:05 WIB).


