BAB II
Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
v
Pertumbuhan Penduduk dan Migrasi
· Penduduk Dunia dan Masalahnya
Jumlah jiwa atau jumlah penduduk tiap tahun
dari tahun 800 SM sampai tahun 2000 selalu meningkat tiap tahunya di dunia, hal
ini disebabkan oleh berbagai faktor. Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu
kedokteran sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin lalu tingkat
kematian bayi rendah, tumbuh dewasa lalu bersuami/beristri dan mempunyai anak cucu sehingga
pengurangan penduduk lebih sedikit ketimbang penambahan penduduk. Akan tetapi
tidak semua negara di dunia mengalami pertumbuhan penduduk yang demikian pesat,
contohnya Jerman Barat yang penduduk generasi mudanya lebih sedikit ketimbang
penduduk dewasanya. Lalu pada masa itu terjadilah pengadopsian anak Asia
disalahgunakan oleh sindikat-sindikat gelap untuk diperjualbelikan.
·
Pendidikan
dan Kesehatan di Negara-negara Berkembang
o
Pendidikan
Banyak anak-anak
yang tidak dapat pendidikan secara formal dikarenakan tekanan ekonomi atau kemiskinan seperti di India, terikat kerja dalam rumah tangga, kekurangan
bangunan sekolah dan pengajar di tempat-tempat terpencil seperti pedesaan bahkan bisa bisa juga desa itu tidak memiliki sekolah dasar.
o
Kesehatan
Penyakit yang banyak diderita di negara berkembang pada masanya yaitu kebutaan dan animea,
tubercolosis, cacingan, polioyelitis, lepra, kekurangan
gizi, kekurangan vitamin A, protein hewani. Penyakit-penyakit tersebut memerbak karena berbagai
faktor seperti penularan dengan cepat, kurang sigap pemerintah yang terkait,
dan makanan yang dikonsumsinya sehari-hari.
o
Perhatian
Para Negarawan dan Ilmuan Terhadap Masalah Penduduk Dunia
Para negarawan dan
ilmuwan sungguh-sungguh menyadari dan tealah memperhitungkan betapa besar
bencana yang di timbulkan oleh ledakan penduduk dunia. Dari kecemasan itu lahir
lah “Club of Rome” yang memiliki misi untuk melancarkan suatu kerjasama semesta
untuk mengekang perlombaan senjata, memperbaiki alam lingkungan manusia,
memadamkan eksplosi penduduk dan membari daya gerak yang diperlukan bagi
usaha-usaha pembangunan.
·
Usaha
Mengatasi Masalah Penduduk Dunia
Untuk mencapai
suatu ekosistem penduduk dunia yang stabil, diperlukan langkah-langkah sebagai
berikut:
1.
Penduduk disetabilisasi/diseimbangkan.
2.
Konsumsi sumber alam dan pembangkitan polussi harus dkurangi sampai
seperempat dari tingkat konsumsi tahun 1970-an.
3.
Penyelenggaraaan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan harus di
utamakan.
4.
Penekanan lebih besar diberikan kepada produksi bahan pangan.
5.
Perioritas besar diberikan kepada usaha-usaha penyuburan dan perlindungan
taah untuk mencegah erosi.
·
Masalah
Penduduk Indonesia
Masalah penduduk
timbul sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, antara lain :
1.
Pertambahan atau pengurangan penduduk. Keduanya dapat mengakibatkan
perubahan bahan dalam humas welfare dan struktur penduduk.
2.
Kerapatan/kepadatan, dan penyebaran penduduk, yang akan dapat mempengaruhi
tat ekonomi, tat pergaulan, tata politik dan budaya masyarakat.
Dapat kita pelajari
beberapa masalah kependudukan yang disebabkan karena :
1.
Rapat
penduduk, adalah perbandingan antara jumlah orang dengan tanah yang didiami/
diolah dalam satuan luas. Satuan luas daeral rura/ desa adalah hektare
(kilometer persegi), sedangkan untuk daerah urban/ kota adalah meter persegi.
· Kegunaan mengetahui
rapat penduduk adalah :
o
Mengetahui
ada atau tidaknya gejala over polpulation
o
Mengetahui
pusat-pusat agglomenrasi/ pengelompokan penduduk
o
Untuk
mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun pusat budaya.
2. Penyebaran penduduk
yang tidak merata menyebabkan terjadi kelebihan dan kekurangan penduduk. Pada
beberapa wilayah hal itu dipengaruhi oleh lokasi, iklim, sumber alam,
transportasi.
3. Tingkat pendidikan
masyarakat yang relatif rendah, sebabnya yaitu kurangnya fasilitas
pendidikandan pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah.
4. Masalah Penduduk yang dihadapi oleh Negara yang sedang berkembang.
Ada dua macam kelebihan penduduk yang perlu ketahui, yaitu :
*Kelebihan penduduk yang absolut
Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu, telah tidak dapat memerikan kebutuhan hidup kepada manusia yang berdomisili diwilayah tersebut.
*Kelebihan penduduk yang relatif.
Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kemajuan ekonomi dan perkembangan sosial.
5. Masalah Pendapatanatau Produksi Perkapita dan Tinggi Pertumbuhan Penduduk.
Dengan adanya berbagai masalah yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang relatif cepat tersebut maka setiap pemerintah/negara mengambil kebijaksanaan kependudukan.
6. Kebijaksaan
Kependudukan
Yaitu suatu
kebijaksanaan suatu negara yang menyangkut kemakmuran penduduknya. Tujuannya
adalah untuk mencapai kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama
keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
Usaha-usaha mengimbangi
jumlah penduduk:
- Preservasi, yaitu
perbaikan kualitas dan kuantitas hasil bumi
- Restorasi,
pemeliharaan sumber-sumber biotik dengan mencegah penyakit tanaman dan hewan.
- Benefisiasi,
memelihara kelangsungan fungsi sumber-sumber alam.
- Reklamasi, penambahan
hasil pertanian dengan mengubah tanah improduktif menjadi produktif.
7. Usaha-usaha yang
dilakuakan kebijaksanaan kependudukan:
*Ekstensifikasi
pertanian, yaitu memperluas arela pertanian dengan forest clearing
*Intensifikasi pertanian
yaitu, pemupukan, pengairan, bibit unggul, terasering, rotasi tanaman dan
lain-lain. Intensifikasi dilakuakan pada daerah yang tidak memungkinkan
terjangkaunya perluasan pertanian. Contoh di Jawa, Madura dan Bali.
*Transmigrasi,
pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat.
Macam-macam transmigrasi yaitu transmigrasi umum, spontan, sektoral,
bedol desa.
*Penyebaran
industrialisasi, yaitu pembangunan industri yang menyebar keseluruh wilayah
Indonesia/ desentralisasi industri sehingga mendorong pembangunan masing -
masing daerah.
*Keluarga berencana,
tujuannya adalah untuk
- meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat terutama ibu dan anak
- mengurangi laju
pertambahan penduduk sehingga seimbang antara jumlah penduduk dengan produksi
nasional.
Usaha KB meliputi:
menjarangkan kelahiran, pengobatan kemandulan, nasihat perkawinan.
- Pendidikan kependudukan, yaitu
memperluas pendidikan baik formal maupun non formal dengan memanfaatkan secara
efisien dan efektif semua jenis komunkasi dan mass media yang ada. Tujuannya
adalah mengubah cara berpikir dari tradisional statis menuju cara berpikir yang
rasional dinamis.
· Ketimpangan-ketimpangan yang mempengaruhi usaha-usaha perluasan kesempatan kerja adalah:
1. Pola pemukiman penduduk antara pulau Jawa dan Luar Jawa.
2. Ketimbangan pembangunan antar daerah.
3. Ketidak serasian laju pembangunan antar daerah pedesaan.
4. Ketimpangan kordinasi di dalam pemilikan investasi padat modal dan padat karya.
5. Masalah pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.
6. Ketimpangan peranan pemerintah dan peranan swasta.
Migrasi internal terjadi antara dua unit geografis dalam satu negara
atau pengirimMigrasi internasional, terjadi antar negara yang kemudian dikenal
konsep Emigrasi dan Imigrasi.
Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara asal atau
pengirim. Imigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara penerima
atau negara tujuan.
Rumus tingkat migrasi :
Masalah utama pembagian kerja dalam masyarakat adalah kurangnya
kesempatan kerja. Sebabnya adalah laju pertumbuhan penduduk dan lambatnya
perkembangan dalam bidang pertanian (karena sebagian besar tenaga kerja
masyarakat Indonesia adalah dalam bidang pertanian).
Akibat kurangnya kesempatan kerja adalah pengangguran dan arus
urbanisasi yang meningkat, maka dibutuhkan penciptaan kesempatan kerja yang
lebih bervariasi. Ketimpangan-ketimpangan yang mempengaruhi usaha perluasan
tenaga kerja adalah:
a. Pola pemukiman penduduk antara pulau jawa dan luar jawa
b. Ketimpangan pembangunan antar daerah
c. Ketidakserasian laju pembangunan daerah kota dan pedesaan
d. Kurang berkembangnya informasi pasar tenaga kerja, sehingga terjadi
kesenjangan permintaan dan penawaran kerja.
e. Kurang terdapatnya penyesuaian antara program pendidikan dengan arah
pembangunan
f. Ketimpangan koordinasi dalam pemilikan investasi padat modal dan
padat karya
g. Ketimpangan tingkat produktivitas antara sektor pertanian dan non
pertanian
h. Kekurangserasian perkembangan antara sektor formal dan non formal
i. Masalah pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.
v Perkembangan Kebudayaan
Kebudayaan = culture (bahasa Belanda) =
culture (bahas Inggris) = tsaqafah (bahasa Arab); berasal dari perkataan Latin “Colere”
yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan, terutama
mengolah tanah atau bertani. Dar segi ini berkembanglah arti culture sebagai “segala
daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
1. Kebudayaan material, adalah hasil cipta, karsa, yamg berwujud
benda-benda atau barang-barang atau alat-alat pengolahan alam. Misalnya gedung,
pabrik, jalan, rumah, alat komunikasi, hiburan, mesin dan lain-lain.
2. Kebudayaan non material, haisl cipta karsa yang berwujud
kebiasaan-kebiasan/ adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan,
keagamaan dan lain-lain.
a. Hubungan manusia dan kebudayaan
Dari sudut pandang antropologi manusia dapat ditinjau dari dua segi
yaitu :
1. Manusia sebagai makhluk biologi yaitu manusia dipelajari dalam ilmu
biologi /anatomi
2. Manusia sebagai makhluk sosio budaya, yaitu menyelidiki seluruh cara
hidup manusia, bagaimana manusia dengan akala budinya dan struktur fisiknya
dalam mengubah lingkungan berdasarkan pengalamannya. Juga memahami dan
melukiskan kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat manusia.
b. Hubungan Masyarakat dan Kebudayaan
1. Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan utuh
karena dari ketiga unsur inilah kehidupan mahkluksosial berlangsung.
2. Masyarakat tak dapat dipisahkan dengan manusia karena hanya manusia
yang hidup bermasyarakat, dimana orang bermasyarakat akan timbul kebudayaan
c. Hubungan Mausia, Masyarakat, dan Kebudayaan
Karena pengertian kebudayaan itu amat luas, maka Koentjaraningrat merumuskan
bahwa sedikitnya ada 3 wujud kebudayaan :
1. Ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan
2. Kelakuan berpola manusia dalam masyarakat
3. Wujud benda-benda hasil karya manusia (Koentjaraningrat, 1974).
Dari ketiga wujud kebudayaan tersebut dapat dirinci menjadi 7 unsur
kebudayaan ;
- Sistem religi dan upacara keagamaan
- Sistem organisasi kemasyarakatan
- Sistem pengetahuan
- Kesenian
- Sistem mata pencaharian hidup
- Sistem teknologi dan peralatan
v Pranata - pranata dan Institusionalisasi
Norma-norma tersebut mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda,
untuk dapat membedakannya maka dikenal 4 pengertian norma :
1. Cara / Usage
Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lainnya dalam hubungan
bermasyarakat. Mempunyai kekuatan mengikat lemah karena penyimpangan
terhadapnya tidak mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi hanya sekedar celaan
saja. Misalnya cara orang minum (ada yang mengeluarkan suara ada yang tidak)
2. Kebiasaan (folkways)
Adalah perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dan mempunyai kekuatan
mengikat yang lebih besar dinading usage. Pelanggaran dari kebiasan ini akan
mengakibatkan orang dianggap menyimpang dari kebiasaan umum dalam masyarakat.
Contoh, menghormati orang yang lebih tua.
3. Tata kelakuan / Mores
Adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat yang diterima
sebagai nama-nama pengatur dalam masyarakat itu (Mac. Iver & H. Page)
Berperan sebagai alat pengawas, pemaksa untuk melarang sesuatu kepada
anggota masyarakat supaya menyesuaikan perbuatan-perbuatan dengan tata kelakuan
tersebut. Tata kelakuan berfungsi untuk :
- Memberikan batas-batas pada kelakuan individu
- Mengidentifikasi individu dengan kelompoknya
- Menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat
4. Adat kebiasaan / Custom
Terjadi dari tata kelakuan yang kuat integrasinya dengan pola
perikelakuan masyarakat. Mempunyai sanksi berat bagi anggota masyarakat yang
melanggar adat kebiasaan ini. Misal hukum adat yang melarang bercerai antara suami
dan istri.
· Pranata sosial/ Institusi dan Asosiasi
1. Asosiasi/ persekutuan/group yang terorganisir. Contoh keluarga,
negara, serikat buruh.
2. Institusi adalah bentuk-bentuk aturan, prosedur atau sistem. Contoh:
- Keluarga mempunyai institusi khusus yaitu perkawinan, warisan dll.
- Negara mempunyai institusi khusus yaitu bentuk pemerintahan
(parlementer, presidensial), prosedur perundang-undangan.
- Serikat buruh mempunyai institusi atau lembaga khusus seperti
pemogokan, persetujuan kolektif dll.
Macam-macam lembaga sosial / pranata:
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan/
kinship atau Domestik Institution. Contoh perkawinan, pengasuhan anak dll.
b. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata
pencaharian hidup ( Economic Institution). Contoh pertanian, peternakan,
perburuhan, industri.
c. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (Scientific
Institution). Contoh penelitian, pendidikan ilmiah dll.
d. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan ( Educational
Institution). Contoh sistem pendidikan TK, SD, SMP, SMA, Pesantren dll.
e. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan rekreasi dan menyatakan
rasa indah (aesthetiand recreational institution). Contoh seni
f. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan
dengan Tuhan ( Religius Institution) contoh doa, tata keagamaan
g. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur
kehidupan berkelompok atau bernegara (Political Insitution). Contoh
pemerintahan, demokrasi.
h. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah mausia (Cosmetic
Institution). Contoh pemeliharaan kecantikan, kesehatan dll.
· Institusionalisasi / Perlembagaan
· Ketimpangan-ketimpangan yang mempengaruhi usaha-usaha perluasan kesempatan kerja adalah:
1. Pola pemukiman penduduk antara pulau Jawa dan Luar Jawa.
2. Ketimbangan pembangunan antar daerah.
3. Ketidak serasian laju pembangunan antar daerah pedesaan.
4. Ketimpangan kordinasi di dalam pemilikan investasi padat modal dan padat karya.
5. Masalah pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.
6. Ketimpangan peranan pemerintah dan peranan swasta.
Migrasi internal terjadi antara dua unit geografis dalam satu negara
atau pengirimMigrasi internasional, terjadi antar negara yang kemudian dikenal
konsep Emigrasi dan Imigrasi.
Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara asal atau
pengirim. Imigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara penerima
atau negara tujuan.
Rumus tingkat migrasi :
Jumlah Migrasi dalan 1 tahun
--------------------------------------- X1000
Jumlah Penduduk
v Pembagian Kerja dalam Masyarakat
Masalah utama pembagian kerja dalam masyarakat adalah kurangnya
kesempatan kerja. Sebabnya adalah laju pertumbuhan penduduk dan lambatnya
perkembangan dalam bidang pertanian (karena sebagian besar tenaga kerja
masyarakat Indonesia adalah dalam bidang pertanian).
Akibat kurangnya kesempatan kerja adalah pengangguran dan arus
urbanisasi yang meningkat, maka dibutuhkan penciptaan kesempatan kerja yang
lebih bervariasi. Ketimpangan-ketimpangan yang mempengaruhi usaha perluasan
tenaga kerja adalah:
a. Pola pemukiman penduduk antara pulau jawa dan luar jawa
b. Ketimpangan pembangunan antar daerah
c. Ketidakserasian laju pembangunan daerah kota dan pedesaan
d. Kurang berkembangnya informasi pasar tenaga kerja, sehingga terjadi
kesenjangan permintaan dan penawaran kerja.
e. Kurang terdapatnya penyesuaian antara program pendidikan dengan arah
pembangunan
f. Ketimpangan koordinasi dalam pemilikan investasi padat modal dan
padat karya
g. Ketimpangan tingkat produktivitas antara sektor pertanian dan non
pertanian
h. Kekurangserasian perkembangan antara sektor formal dan non formal
i. Masalah pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.
v Perkembangan Kebudayaan
Kebudayaan = culture (bahasa Belanda) =
culture (bahas Inggris) = tsaqafah (bahasa Arab); berasal dari perkataan Latin “Colere”
yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan, terutama
mengolah tanah atau bertani. Dar segi ini berkembanglah arti culture sebagai “segala
daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
Kebudayaan (sansekerta=budhayah, bentuk jamak dari budhi/ akal) yaitu hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Kebudayaan menurut E.B.Tayor dalam buku “Primitive culture” adalah komplikasi atau jalinan keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hukum, adat istiadat serta kenyataan dan kebiasaan lain yang dilakuakan manusia sebagai anggota masyarakat.
· Dalam pandangan sosiologi kebudayaan meliputi :
1. Kebudayaan material, adalah hasil cipta, karsa, yamg berwujud
benda-benda atau barang-barang atau alat-alat pengolahan alam. Misalnya gedung,
pabrik, jalan, rumah, alat komunikasi, hiburan, mesin dan lain-lain.
2. Kebudayaan non material, haisl cipta karsa yang berwujud
kebiasaan-kebiasan/ adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan,
keagamaan dan lain-lain.
a. Hubungan manusia dan kebudayaan
Dari sudut pandang antropologi manusia dapat ditinjau dari dua segi
yaitu :
1. Manusia sebagai makhluk biologi yaitu manusia dipelajari dalam ilmu
biologi /anatomi
2. Manusia sebagai makhluk sosio budaya, yaitu menyelidiki seluruh cara
hidup manusia, bagaimana manusia dengan akala budinya dan struktur fisiknya
dalam mengubah lingkungan berdasarkan pengalamannya. Juga memahami dan
melukiskan kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat manusia.
b. Hubungan Masyarakat dan Kebudayaan
1. Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan utuh
karena dari ketiga unsur inilah kehidupan mahkluksosial berlangsung.
2. Masyarakat tak dapat dipisahkan dengan manusia karena hanya manusia
yang hidup bermasyarakat, dimana orang bermasyarakat akan timbul kebudayaan
c. Hubungan Mausia, Masyarakat, dan Kebudayaan
Karena pengertian kebudayaan itu amat luas, maka Koentjaraningrat merumuskan
bahwa sedikitnya ada 3 wujud kebudayaan :
1. Ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan
2. Kelakuan berpola manusia dalam masyarakat
3. Wujud benda-benda hasil karya manusia (Koentjaraningrat, 1974).
Dari ketiga wujud kebudayaan tersebut dapat dirinci menjadi 7 unsur
kebudayaan ;
- Sistem religi dan upacara keagamaan
- Sistem organisasi kemasyarakatan
- Sistem pengetahuan
- Bahasa
- Kesenian
- Sistem mata pencaharian hidup
- Sistem teknologi dan peralatan
v Pranata - pranata dan Institusionalisasi
· Pranata Sosial
Pranata sosial adalah sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat. Agar kebutuhan tersebut terpenuhi maka dirumuskan norma-norma dalam masyarakat.
Norma-norma tersebut mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda,
untuk dapat membedakannya maka dikenal 4 pengertian norma :
1. Cara / Usage
Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lainnya dalam hubungan
bermasyarakat. Mempunyai kekuatan mengikat lemah karena penyimpangan
terhadapnya tidak mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi hanya sekedar celaan
saja. Misalnya cara orang minum (ada yang mengeluarkan suara ada yang tidak)
2. Kebiasaan (folkways)
Adalah perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dan mempunyai kekuatan
mengikat yang lebih besar dinading usage. Pelanggaran dari kebiasan ini akan
mengakibatkan orang dianggap menyimpang dari kebiasaan umum dalam masyarakat.
Contoh, menghormati orang yang lebih tua.
3. Tata kelakuan / Mores
Adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat yang diterima
sebagai nama-nama pengatur dalam masyarakat itu (Mac. Iver & H. Page)
Berperan sebagai alat pengawas, pemaksa untuk melarang sesuatu kepada
anggota masyarakat supaya menyesuaikan perbuatan-perbuatan dengan tata kelakuan
tersebut. Tata kelakuan berfungsi untuk :
- Memberikan batas-batas pada kelakuan individu
- Mengidentifikasi individu dengan kelompoknya
- Menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat
4. Adat kebiasaan / Custom
Terjadi dari tata kelakuan yang kuat integrasinya dengan pola
perikelakuan masyarakat. Mempunyai sanksi berat bagi anggota masyarakat yang
melanggar adat kebiasaan ini. Misal hukum adat yang melarang bercerai antara suami
dan istri.
· Pranata sosial/ Institusi dan Asosiasi
1. Asosiasi/ persekutuan/group yang terorganisir. Contoh keluarga,
negara, serikat buruh.
2. Institusi adalah bentuk-bentuk aturan, prosedur atau sistem. Contoh:
- Keluarga mempunyai institusi khusus yaitu perkawinan, warisan dll.
- Negara mempunyai institusi khusus yaitu bentuk pemerintahan
(parlementer, presidensial), prosedur perundang-undangan.
- Serikat buruh mempunyai institusi atau lembaga khusus seperti
pemogokan, persetujuan kolektif dll.
Macam-macam lembaga sosial / pranata:
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan/
kinship atau Domestik Institution. Contoh perkawinan, pengasuhan anak dll.
b. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata
pencaharian hidup ( Economic Institution). Contoh pertanian, peternakan,
perburuhan, industri.
c. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (Scientific
Institution). Contoh penelitian, pendidikan ilmiah dll.
d. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan ( Educational
Institution). Contoh sistem pendidikan TK, SD, SMP, SMA, Pesantren dll.
e. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan rekreasi dan menyatakan
rasa indah (aesthetiand recreational institution). Contoh seni
f. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan
dengan Tuhan ( Religius Institution) contoh doa, tata keagamaan
g. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur
kehidupan berkelompok atau bernegara (Political Insitution). Contoh
pemerintahan, demokrasi.
h. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah mausia (Cosmetic
Institution). Contoh pemeliharaan kecantikan, kesehatan dll.
· Institusionalisasi / Perlembagaan
Institusionalisasi merupakan proses perkembangan dari lembaga-lembaga/ institusi/ pranata dan proses ini terjadi bilamana sesuatu kelompok memutuskan bahwa seperangkat norma, nilai-nilai dan peranan tertentu dianggap sangat penting bagi kelangsungan hidupnya, sehigga diminta agar para anggota masyarakat tersebut mematuhinya.
· Suatu perkumpula baru dinyatakan sebagai instiui atau lembaga bila di dalamnya ada unsur-unsur sistem sosial yang teratur seperti yang telah dikemukakan oleh Loomis (1960) sebagai berikut :
1. Kepercayaan
2. Sentimen
3. Tujuan
4. Norma
5. Status Peranan (kedudukan)
6. Ranking
7. Power
8. Sanksi
9.Fasilitas.
· Sedangkan dilihat dari segi prosesnya, ialah suatu bentuk aktivitas-aktivitas yang meliputi:
1. Adanya komunikasi
2. Adanya pemeliharaan batas-batas
3. Adanya hubungan sistem
4. Adanya sosialisasi
5. Adanya kontrol sosial
6. Adanya institusional (pelembagaan).
(Loomis, 1960).