Sabtu, 28 November 2015

Rangkuman Bab 2 Tentang Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan

BAB II
Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan

v  Pertumbuhan Penduduk dan Migrasi

·         Penduduk Dunia dan Masalahnya
Jumlah jiwa atau jumlah penduduk tiap tahun dari tahun 800 SM sampai tahun 2000 selalu meningkat tiap tahunya di dunia, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin lalu tingkat kematian bayi rendah, tumbuh dewasa lalu bersuami/beristri dan mempunyai anak cucu sehingga pengurangan penduduk lebih sedikit ketimbang penambahan penduduk. Akan tetapi tidak semua negara di dunia mengalami pertumbuhan penduduk yang demikian pesat, contohnya Jerman Barat yang penduduk generasi mudanya lebih sedikit ketimbang penduduk dewasanya. Lalu pada masa itu terjadilah pengadopsian anak Asia disalahgunakan oleh sindikat-sindikat gelap untuk diperjualbelikan.

·         Pendidikan dan Kesehatan di Negara-negara Berkembang

o   Pendidikan
Banyak anak-anak yang tidak dapat pendidikan secara formal dikarenakan tekanan ekonomi atau kemiskinan seperti di India, terikat kerja dalam rumah tangga, kekurangan bangunan sekolah dan pengajar di tempat-tempat terpencil seperti pedesaan bahkan bisa bisa juga desa itu tidak memiliki sekolah dasar.

o    Kesehatan
 Penyakit yang banyak diderita di negara berkembang pada masanya yaitu kebutaan dan animea, tubercolosis, cacingan, polioyelitis, lepra, kekurangan gizi, kekurangan vitamin A, protein hewani. Penyakit-penyakit tersebut memerbak karena berbagai faktor seperti penularan dengan cepat, kurang sigap pemerintah yang terkait, dan makanan yang dikonsumsinya sehari-hari.
o   Perhatian Para Negarawan dan Ilmuan Terhadap Masalah Penduduk Dunia
Para negarawan dan ilmuwan sungguh-sungguh menyadari dan tealah memperhitungkan betapa besar bencana yang di timbulkan oleh ledakan penduduk dunia. Dari kecemasan itu lahir lah “Club of Rome” yang memiliki misi untuk melancarkan suatu kerjasama semesta untuk mengekang perlombaan senjata, memperbaiki alam lingkungan manusia, memadamkan eksplosi penduduk dan membari daya gerak yang diperlukan bagi usaha-usaha pembangunan.
·         Usaha Mengatasi Masalah Penduduk Dunia
Untuk mencapai suatu ekosistem penduduk dunia yang stabil, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Penduduk disetabilisasi/diseimbangkan.
2.      Konsumsi sumber alam dan pembangkitan polussi harus dkurangi sampai seperempat dari tingkat konsumsi tahun 1970-an.
3.      Penyelenggaraaan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan harus di utamakan.
4.      Penekanan lebih besar diberikan kepada produksi bahan pangan.
5.      Perioritas besar diberikan kepada usaha-usaha penyuburan dan perlindungan taah untuk mencegah erosi.

·         Masalah Penduduk Indonesia
Masalah penduduk timbul sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, antara lain :
1.      Pertambahan atau pengurangan penduduk. Keduanya dapat mengakibatkan perubahan bahan dalam humas welfare dan struktur penduduk.
2.      Kerapatan/kepadatan, dan penyebaran penduduk, yang akan dapat mempengaruhi tat ekonomi, tat pergaulan, tata politik dan budaya masyarakat.
Dapat kita pelajari beberapa masalah kependudukan yang disebabkan karena :

1.      Rapat penduduk, adalah perbandingan antara jumlah orang dengan tanah yang didiami/ diolah dalam satuan luas. Satuan luas daeral rura/ desa adalah hektare (kilometer persegi), sedangkan untuk daerah urban/ kota adalah meter persegi.

·  Kegunaan mengetahui rapat penduduk adalah :
o   Mengetahui ada atau tidaknya gejala over polpulation
o   Mengetahui pusat-pusat agglomenrasi/ pengelompokan penduduk
o   Untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun pusat budaya.

2. Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan terjadi kelebihan dan kekurangan penduduk. Pada beberapa wilayah hal itu dipengaruhi oleh lokasi, iklim, sumber alam, transportasi.

3. Tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah, sebabnya yaitu kurangnya fasilitas pendidikandan pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah.

4. Masalah Penduduk yang dihadapi oleh Negara yang sedang berkembang.

Ada dua macam kelebihan penduduk yang perlu ketahui, yaitu :
 *Kelebihan penduduk yang absolut
Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu, telah tidak dapat memerikan kebutuhan hidup kepada manusia yang berdomisili diwilayah tersebut.
*Kelebihan penduduk yang relatif.
Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kemajuan ekonomi dan perkembangan sosial.

5. Masalah Pendapatanatau Produksi Perkapita dan Tinggi Pertumbuhan Penduduk.

Dengan adanya berbagai masalah yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang relatif cepat tersebut maka setiap pemerintah/negara mengambil kebijaksanaan kependudukan.


6. Kebijaksaan Kependudukan
Yaitu suatu kebijaksanaan suatu negara yang menyangkut kemakmuran penduduknya. Tujuannya adalah untuk mencapai kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
Usaha-usaha mengimbangi jumlah penduduk:
- Preservasi, yaitu perbaikan kualitas dan kuantitas hasil bumi
- Restorasi, pemeliharaan sumber-sumber biotik dengan mencegah penyakit tanaman dan hewan.
- Benefisiasi, memelihara kelangsungan fungsi sumber-sumber alam.
- Reklamasi, penambahan hasil pertanian dengan mengubah tanah improduktif menjadi produktif.

7. Usaha-usaha yang dilakuakan kebijaksanaan kependudukan:
*Ekstensifikasi pertanian, yaitu memperluas arela pertanian dengan forest clearing
*Intensifikasi pertanian yaitu, pemupukan, pengairan, bibit unggul, terasering, rotasi tanaman dan lain-lain. Intensifikasi dilakuakan pada daerah yang tidak memungkinkan terjangkaunya perluasan pertanian. Contoh di Jawa, Madura dan Bali.
*Transmigrasi, pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat. Macam-macam transmigrasi yaitu transmigrasi umum, spontan, sektoral,
bedol desa.
*Penyebaran industrialisasi, yaitu pembangunan industri yang menyebar keseluruh wilayah Indonesia/ desentralisasi industri sehingga mendorong pembangunan masing -
masing daerah.
*Keluarga berencana, tujuannya adalah untuk
- meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama ibu dan anak
- mengurangi laju pertambahan penduduk sehingga seimbang antara jumlah penduduk dengan produksi nasional.

Usaha KB meliputi: menjarangkan kelahiran, pengobatan kemandulan, nasihat perkawinan.


- Pendidikan kependudukan, yaitu memperluas pendidikan baik formal maupun non formal dengan memanfaatkan secara efisien dan efektif semua jenis komunkasi dan mass media yang ada. Tujuannya adalah mengubah cara berpikir dari tradisional statis menuju cara berpikir yang rasional dinamis.

·  Ketimpangan-ketimpangan yang mempengaruhi usaha-usaha perluasan kesempatan kerja adalah:

1. Pola pemukiman penduduk antara pulau Jawa dan Luar Jawa.
2. Ketimbangan pembangunan antar daerah.
3. Ketidak serasian laju pembangunan antar daerah pedesaan.
4. Ketimpangan kordinasi di dalam pemilikan investasi padat modal dan padat karya.
5. Masalah pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.
6. Ketimpangan peranan pemerintah dan peranan swasta.


               Migrasi internal terjadi antara dua unit geografis dalam satu negara atau pengirimMigrasi internasional, terjadi antar negara yang kemudian dikenal konsep Emigrasi dan Imigrasi.

               Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara asal atau pengirim. Imigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara penerima atau negara tujuan.

Rumus tingkat migrasi :



Jumlah Migrasi dalan 1 tahun 

---------------------------------------   X1000

Jumlah Penduduk



          v Pembagian Kerja dalam Masyarakat

 

                Masalah utama pembagian kerja dalam masyarakat adalah kurangnya kesempatan kerja. Sebabnya adalah laju pertumbuhan penduduk dan lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian (karena sebagian besar tenaga kerja masyarakat Indonesia adalah dalam bidang pertanian).

               Akibat kurangnya kesempatan kerja adalah pengangguran dan arus urbanisasi yang meningkat, maka dibutuhkan penciptaan kesempatan kerja yang lebih bervariasi. Ketimpangan-ketimpangan yang mempengaruhi usaha perluasan tenaga kerja adalah:

a. Pola pemukiman penduduk antara pulau jawa dan luar jawa

b. Ketimpangan pembangunan antar daerah

c. Ketidakserasian laju pembangunan daerah kota dan pedesaan

d. Kurang berkembangnya informasi pasar tenaga kerja, sehingga terjadi kesenjangan permintaan dan penawaran kerja.

e. Kurang terdapatnya penyesuaian antara program pendidikan dengan arah pembangunan

f. Ketimpangan koordinasi dalam pemilikan investasi padat modal dan padat karya

g. Ketimpangan tingkat produktivitas antara sektor pertanian dan non pertanian

h. Kekurangserasian perkembangan antara sektor formal dan non formal


i. Masalah pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.

v  Perkembangan Kebudayaan

           Kebudayaan = culture (bahasa Belanda) = culture (bahas Inggris) = tsaqafah (bahasa Arab); berasal dari perkataan Latin “Colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dar segi ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.

           Kebudayaan (sansekerta=budhayah, bentuk jamak dari budhi/ akal) yaitu hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Kebudayaan menurut E.B.Tayor dalam buku “Primitive culture” adalah komplikasi atau jalinan keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hukum, adat istiadat serta kenyataan dan kebiasaan lain yang dilakuakan manusia sebagai anggota masyarakat.

 ·    Dalam pandangan sosiologi kebudayaan meliputi :

1. Kebudayaan material, adalah hasil cipta, karsa, yamg berwujud benda-benda atau barang-barang atau alat-alat pengolahan alam. Misalnya gedung, pabrik, jalan, rumah, alat komunikasi, hiburan, mesin dan lain-lain.

2. Kebudayaan non material, haisl cipta karsa yang berwujud kebiasaan-kebiasan/ adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan, keagamaan dan lain-lain.

a. Hubungan manusia dan kebudayaan

Dari sudut pandang antropologi manusia dapat ditinjau dari dua segi yaitu :

1. Manusia sebagai makhluk biologi yaitu manusia dipelajari dalam ilmu biologi /anatomi

2. Manusia sebagai makhluk sosio budaya, yaitu menyelidiki seluruh cara hidup manusia, bagaimana manusia dengan akala budinya dan struktur fisiknya dalam mengubah lingkungan berdasarkan pengalamannya. Juga memahami dan melukiskan kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat manusia.

b. Hubungan Masyarakat dan Kebudayaan

 

1. Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan utuh karena dari ketiga unsur inilah kehidupan mahkluksosial berlangsung.

2. Masyarakat tak dapat dipisahkan dengan manusia karena hanya manusia yang hidup bermasyarakat, dimana orang bermasyarakat akan timbul kebudayaan

c. Hubungan Mausia, Masyarakat, dan Kebudayaan

Karena pengertian kebudayaan itu amat luas, maka Koentjaraningrat merumuskan bahwa sedikitnya ada 3 wujud kebudayaan :

1. Ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan

2. Kelakuan berpola manusia dalam masyarakat

3. Wujud benda-benda hasil karya manusia (Koentjaraningrat, 1974).

Dari ketiga wujud kebudayaan tersebut dapat dirinci menjadi 7 unsur kebudayaan ;

- Sistem religi dan upacara keagamaan

- Sistem organisasi kemasyarakatan

- Sistem pengetahuan

- Bahasa

- Kesenian

- Sistem mata pencaharian hidup

- Sistem teknologi dan peralatan

v Pranata - pranata dan Institusionalisasi

 

       ·       Pranata Sosial

         Pranata sosial adalah sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat. Agar kebutuhan tersebut terpenuhi maka dirumuskan norma-norma dalam masyarakat.

         Norma-norma tersebut mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda, untuk dapat membedakannya maka dikenal 4 pengertian norma :

1. Cara / Usage

         Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lainnya dalam hubungan bermasyarakat. Mempunyai kekuatan mengikat lemah karena penyimpangan terhadapnya tidak mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi hanya sekedar celaan saja. Misalnya cara orang minum (ada yang mengeluarkan suara ada yang tidak)

2. Kebiasaan (folkways)

          Adalah perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar dinading usage. Pelanggaran dari kebiasan ini akan mengakibatkan orang dianggap menyimpang dari kebiasaan umum dalam masyarakat. Contoh, menghormati orang yang lebih tua.

3. Tata kelakuan / Mores

           Adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat yang diterima sebagai nama-nama pengatur dalam masyarakat itu (Mac. Iver & H. Page)

           Berperan sebagai alat pengawas, pemaksa untuk melarang sesuatu kepada anggota masyarakat supaya menyesuaikan perbuatan-perbuatan dengan tata kelakuan tersebut. Tata kelakuan berfungsi untuk :

- Memberikan batas-batas pada kelakuan individu

- Mengidentifikasi individu dengan kelompoknya

- Menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat

4. Adat kebiasaan / Custom

           Terjadi dari tata kelakuan yang kuat integrasinya dengan pola perikelakuan masyarakat. Mempunyai sanksi berat bagi anggota masyarakat yang melanggar adat kebiasaan ini. Misal hukum adat yang melarang bercerai antara suami dan istri.

·  Pranata sosial/ Institusi dan Asosiasi

 

1. Asosiasi/ persekutuan/group yang terorganisir. Contoh keluarga, negara, serikat buruh.

2. Institusi adalah bentuk-bentuk aturan, prosedur atau sistem. Contoh:

- Keluarga mempunyai institusi khusus yaitu perkawinan, warisan dll.

- Negara mempunyai institusi khusus yaitu bentuk pemerintahan (parlementer, presidensial), prosedur perundang-undangan.

- Serikat buruh mempunyai institusi atau lembaga khusus seperti pemogokan, persetujuan kolektif dll.

 

Macam-macam lembaga sosial / pranata:

a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan/ kinship atau Domestik Institution. Contoh perkawinan, pengasuhan anak dll.

b. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup ( Economic Institution). Contoh pertanian, peternakan, perburuhan, industri.

c. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (Scientific Institution). Contoh penelitian, pendidikan ilmiah dll.

d. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan ( Educational Institution). Contoh sistem pendidikan TK, SD, SMP, SMA, Pesantren dll.

e. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan rekreasi dan menyatakan rasa indah (aesthetiand recreational institution). Contoh seni

f. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan ( Religius Institution) contoh doa, tata keagamaan

g. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (Political Insitution). Contoh pemerintahan, demokrasi.

h. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah mausia (Cosmetic Institution). Contoh pemeliharaan kecantikan, kesehatan dll.

·   Institusionalisasi / Perlembagaan

       Institusionalisasi merupakan proses perkembangan dari lembaga-lembaga/ institusi/ pranata dan proses ini terjadi bilamana sesuatu kelompok memutuskan bahwa seperangkat norma, nilai-nilai dan peranan tertentu dianggap sangat penting bagi kelangsungan hidupnya, sehigga diminta agar para anggota masyarakat tersebut mematuhinya.

       ·    Suatu perkumpula baru dinyatakan sebagai instiui atau lembaga bila di dalamnya ada unsur-unsur sistem sosial yang teratur seperti yang telah dikemukakan oleh Loomis (1960) sebagai berikut :
1. Kepercayaan
2. Sentimen
3. Tujuan
4. Norma
5. Status Peranan (kedudukan)
6. Ranking
7. Power
8. Sanksi
9.Fasilitas.

        ·    Sedangkan dilihat dari segi prosesnya, ialah suatu bentuk aktivitas-aktivitas yang meliputi:
1. Adanya komunikasi
2. Adanya pemeliharaan batas-batas
3. Adanya hubungan sistem
4. Adanya sosialisasi
5. Adanya kontrol sosial
6. Adanya institusional (pelembagaan).
    (Loomis, 1960).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar