Jumat, 17 Juni 2016

Religiusitas dengan Perilaku Sosial

Sebelum kita menuju topik utama, lebih baiknya kita menegetahui dahulu apa itu Religiusitas dan apa itu Perilaku Sosial.

Berdasarkan istilah religi kemudian didapatkan istilah religiusitas. Religiusitas banyak diartikan oleh banyak filsafat, ilmuan, profesor, dan sebagainya. Maka disini saya menyimpulkan apa itu Religiusitas. Religiusitas adalah suatu hal yang menyangkut agama dari seseorang atau kepercayaan dari suatu hal akan adanya Tuhan atau Dewa, yang telah dihayati dalam hati yang dapat mengatur kehidupan seseorang sesuai dengan tingakatan kepercayaan dengan agamanya. Dalam agama terdapat aturan-aturan yang mengikat yang harus dilakukan oleh penganutnya, yang sangat berpengaruh juga dengan Perilaku Sosialnya.

Perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Referensi lain menyebutkan bahwa perilaku sosial merupakan apa yang dilakukan oleh seseorang dan situasinya. Dimaksudkan disini adalah setiap manusia akan bertindak dengan cara yang berbeda dalam situasi yang salam, setiap perilaku seseorang merefleksikan kumpulan sifat unik yang dibawanya ke dalam suasana tertentu yaitu perilaku yang di tunjukkan seseroang ke orang lain.

Menurut penelitian Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup dan dalam penelitian yang dilakukan oleh Glock dan Stark (Widiyanta, 2005), ada lima dimensi religiusitas, yang oleh peneliti akan dijadikan aspek-aspek dalam menyusun skala religiusitas yaitu:

  A. Religious practice (the ritualistic dimension) / Aspek Islam
            Tingkatan sejauh mana seseorang mengerjakan kewajiban ritual di dalam agamanya, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan sebagainya.

B. Religious belief (the ideological dimension)/Aspek Iman
            Sejauh mana orang menerima hal-hal yang dogmatik di dalam ajaran agamanya. Misalnya kepercayaan tentang adanya Tuhan, malaikat, kitab-kitab, Nabi dan Rasul, hari kiamat, surga, neraka, dan yang lain-lain yang bersifat dogmatik.

C. Religious knowledge (the intellectual dimension)/Aspek ilmu
            Seberapa jauh seseorang mengetahui tentang ajaran agamanya. Hal ini berhubungan dengan aktivitas seseorang untuk mengetahui ajaran-ajaran dalam agamanya.

D. Religious feeling (the experiental dimension)/Aspek Ikhsan
              Dimensi yang terdiri dari perasaan-perasaan dan pengalaman-pengalaman keagamaan yang pernah dirasakan dan dialami. Misalnya seseorang merasa dekat dengan Tuhan, seseorang merasa takut berbuat dosa, seseorang merasa doanya dikabulkan Tuhan, dan sebagainya.

E. Religious effect (the consequential dimension)/Aspek Amal
            Dimensi yang mengukur sejauh mana perilaku seseorang dimotivasikan oleh ajaran agamanya di dalam kehidupannya. Misalnya ikut dalam kegiatan konversasi lingkungan, ikut melestarikan lingkungan alam dan lain-lain.

            Faktor Pembentuk Perilaku sosial salah satunya adalah Agama, kepercayaan, atau Religiusitas. jadi hubungan dari Religiusitas dengan Prilaku Sosial itu saling berhubungan satu sama lain dimana Prilaku sosial dapat terbentuk karna adanya juga hubungan religiusitas dan begitupun sebaliknya prilaku sosial juga terbentuk karna adanya juga hubungan religiusitas, Artinya bahwa keharmonisan antar manusia berlangsung dalam suasana saling mendukung dalam kebersamaan, bisa juga adanya saling menghormati satu sama lain dan saling menghargai umat yang berbeda agama.

            Perilaku Sosial seseorang dapat menjadi buruk bisa juga tentunya karena kurangnya menghargai dan bertoleransi dengan Agama lain. Agama itu beragam, beragam aturan, budaya, anjuran, dan sebagainya. Apa yang kita anggap benar dan baik belum tentu di anggap demikian oleh orang lain juga. Perselisihan pendapat dan aturan antar umat beragama ini lah yang dapat menimbulkan perilaku sosial yang kurang baik.  Kita dapat mengambil contoh, ada suatu desa yang harmonis ditinggali oleh berbagai umat beragama seperti umat Islam, Umat Kristiani, Umat Hindu, Budha dan sebagainya. Ada suatu ketika ada hari raya Idul Adha yang diadakan oleh Umat Islam yaitu memotong hewan kurban seperti Kambing, Sapi, Kerbau ataupun Unta. Orang Islam di desa itu memotong hewan Sapi juga, tetapi hewan Sapi bagi pemeluk agama Hindu adalah hewan yang sangat suci dan hal yang sangat teramat buruk apabila membunuhnya. Maka umat Hindu bisa saja perilaku sosialnya berubah menjadi tidak baik kepada umat Islam karena kurang toleransi dari umat Islam di desa tersebut, maka bisa timbul perpecahan, permusuhan, bahkan perang ataupun pembantaian suatu umat beragama.

            Maka dari itu toleransi antar beragama sangat lah harus dilakukan, Toleransi beragama sangatlah bisa dilkakukan. Bisa diambil dari cerita sebelumnya kita dapat mendapatkan solusi toleransinya dengan cara.Umat Islam di desa itu pun bisa mengubah hewan kurbanya menjadi Kambing, Kerbau, ataupun Unta. Dan untuk umat Hindu juga bisa tidak menanggapinya dengan hal yang sangat serius, Umat Hindu pun sebaiknya mengerti dan menghargai budaya dari Agama lain juga, memiliki pengertian bahwa hal yang dilakukan oleh umat agama lain bukan untuk melecehkan agamanya. Banyak contoh toleransi lainya disekitar kita yang dapat kita lakukan. Hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menghargai agama lain akan besar pengaruhnya juga untuk kita.

Religiusitas yang buruk seperti percaya atau menganut agama yang sesat yang dapat membawa pengaruh negativ tentunya akan berpengaruh buruk dengan perilaku sosialnya.

Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.


Negara kita ini, negara Indonesia adalah negara yang penduduknya memeluk agama yang beragam. Hal ini bisa menjadi hal yang baik dan buruk bagi negara kita. Hal buruknya adalah penduduk di Indonesia mudah di profokasi, adu domba antar umat beragama yang dapat menimbulkan perilaku sosial yang tidak baik atau perpecahan yang dimanfaatkan oleh negara lain lalu mengakibatkan runtuhnya negara kita ini, sedangkan salah satu hal baiknya adalah dengan berbeda-beda agama tapi tetap satu akan menciptakan negara yang kokoh yang sangat sulit digoyah oleh negara lain, dan dapat juga menarik wisatawan dari mancanegara karena keanekaragaman agama di Indonesia ini. Mereka merasa aman dan nyaman karena ada tempat beribadah mereka juga di Indonesia dan tidak adanya konflk antar umat beragama.

Jumat, 10 Juni 2016

Membedakan Air Berkaporit dan Tidak

METODE ILMIAH

I.                 Identifikasi Masalah :
Air manakah yang berkaporit?

II.             Mengumpulkan Keterangan
Air A = Air Mineral Kemasan
Air B = Air PAM

Air A
Air B
·         Tidak memiliki bau
·         Memiliki bau
·         Tidak memiliki rasa
·         Memiliki rasa (asam)
·         Jernih
·         Jernih

III.         Hipotesis :
Air Mineral Kemasan tidak berkaporit. Sedangkan Air PAM berkaporit.

IV.         Eksperimen

1.       Air A dipisah dengan air B

 2.      Air A dan air B direbus (dipisah)
 3.      Air A dan air B diseduh dengan teh








4.      Diamkan hingga 2 hari 2 malam atau lebih
 5.  Lihat hasilnya setelah kurang lebih 2 hari kemudian

 V.  Kesimpulan

Air PAM memiliki zat pemutih air/kaporit yang membuat Air PAM itu lebih cepat berubah menjadi kehitaman/gelap ketika diseduh dengan teh (teh hijau) selama 2 hari 2 malam atau lebih.

Chourtship

What Do You Think About Chourtship?

if your teen will begin to look the opposite sex ? Not easy to answer this question . Some parents say unusual because of their sex hormones begin to form . Moreover , if most kids in high school are now commonplace in pairs , of strange if we were still teenagers alone . Other parents there who fear that anything happened . Love that occurs mostly among teenagers still love monkeys . They are still hard to hold a commitment . Because it 's worth courting process be postponed until at least level two or three in college . The most fundamental question when our children enter adolescence is how to prepare them to face the opposite sex ? How to enable them to say " no " to both the temptation and the friends themselves
Courtship Period Now
We need to understand some of the patterns of today's youth in dating ( of course had some differences with teens 70s ) :
Teenagers are now going out for entertainment only, not to get married . In other words , marriage is not their primary purpose of dating . Not a few parents react negatively to know when his son began dating . There were frantic , confused and angry and banned . We all need to ask and understand the background and rationale of our children . Then we give our views and expectations about them .
They need guidance from parents is that they do the right thing . If we panic reaction and angry, the doors of communication with children might immediately closed . In fact, communication is the key factor that the child can rethink whether it was time for him to date . For this there are two important things that we noticed , that the doors of communication with children continues to run well :
1 . How close our inner relationship with the children . This relationship will give rise to a sense of trust in their parents . Children appreciate the opinion of his father and mother .
2 . Needs of children are met in the house of love . If the child feels unloved , he tends to look for these needs outside the home , among his friends . It would be the danger if it turns out he's got love in the wrong places .
The second reason , teenage dating is trying to show their self-esteem . Children whose self - esteem is less good , trying to find a way to have a boyfriend pride he could be proud of . He wants his friends recognized . If she has a boyfriend and girlfriend beautiful , especially smart then he will feel proud and self-esteem grow .




impact of courtship
For us , going to have positive and negative impacts :
* School Achievement
Courtship can decrease or increase the achievement of our learning . Increasing achievement usually because the spirit of learning , which rose due to a boyfriend who continues to provide encouragement and attention , or because they want to prove to the parents that although our courtship we had not bothered learning achievement .
Achievement of learning may decline if there are problems severe enough to interfere with concentration and passion to learn or prefer to spend time with her boyfriend than learning .
* Social Intercourse
Social interaction with peers and social environment around can be expanded or narrowed . Socially narrow if we spend more time alone , baseball slang again with another friend . The longer we usually become very dependent on our partner or vice versa and have no choice other social interactions .
Relationship with the family was usually become estranged because of more free time is spent with a girlfriend .
* Can stress
Relationship with girlfriend certainly not as smooth as initially suspected because there are differences in the characteristics , background , as well as differences in wants and needs . That caused a lot of problems occur in relationships . Usually it will drain energy and cause stress to the emotions and can interfere with daily life .
* Developing new behaviors
Courtship behavior can mean the emergence of a positive or negative behaviors appear otherwise . Dating can help people develop a positive attitude that is formed when the interaction is positive , while the interaction is of course much less supportive of allowing the formation of negative behavior .
For example , going out with someone who is good photographed . Thus , it is not likely we will catch little stuff . Or going out with people who really care about others and helper , then we could have been ignored previously infected . Similarly, the negative behavior .

Courtship healthy and responsible :
1 . Be open , willing to share their thoughts and feelings in an open, honest , willing to come clean with freshly us on boyfriend 's behavior . Ready to accept criticism and compromise
2 . Receiving it is henna that is guided by feelings of affection . Not demanding something which is beyond his ability .
3 . Adjust to each other . If in this process too often noisy , it is necessary to consider the possibility of separation .
4 . Not involve sexual activity because it can obscure the process get to know and understand each other .
5 . Mutual dependencies , each felt the interdependence of each other . Therefore , we expected and boyfriend were able to complement the deficiency , while the advantages that are expected to cover the lack of a partner.
6 . Mutual respect , mutual respect for each other in an equivalent position .

Conclusion
If neccesary , we can avoid to date now because,there’re more disadvantages than the advantages

Selasa, 31 Mei 2016

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.
Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :
1.    Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
2.    Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
3.    Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
4.    Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
5.    Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan hiup erat sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.

Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai pendukung suatu organisasi disebut ideology. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju tujuan akhir.

Rabu, 13 April 2016

Etika dan Estetika dalam Berbusana


Etika dan Estetika


  •    Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ethos yang berarti adat kebiasaan tetapi ada yang memakai istilah lain yaitu moral dari bahasa latin yakni jamak dari kata nos yang berarti adat kebiasaan juga. Akan tetapi pengertian etika dan moral ini memiliki perbedaan satu sama lainnya. Etka ini bersifat teori sedangkan moral bersifat praktek. Etika mempersoalkan bagaimana semestinya manusia bertindak sedangkan moral mempersoalkan bagaimana semestinya tndakan manusia itu. Etika hanya mempertimbangkan tentang baik dan buruk suatu hal dan harus berlaku umum. Secara singkat definisi etika dan moral adalah suatu teori mengenai tingkah laku manusia yaitu baik dan buruk yang masih dapat dijangkau oleh akal. Moral adalah suatu ide tentang tingkah laku manusia ( baik dan buruk ) menurut situasi yang tertentu. Jelaslah bahwa fungsi etika itu ialah mencari ukuran tentang penilaian tingkah laku perbuatan manusia ( baik dan buruk ) akan tetapi dalam prakteknya etika banyak sekali mendapatkan kesukaran-kesukaran. Hal ini disebabkan ukuran nilai baik dan buruk tingkah laku manusia itu tidaklah sama ( relatif ) yaitu tidal terlepas dari alam masing-masing. Namun demikian etika selalu mencapai tujuan akhir untuk menemukan ukuran etika yang dapat diterima secara umum atau dapat diterima oleh semua bangsa di dunia ini. Perbuatan tingkah laku manusia itu tidaklah sama dalam arti pengambilan suatu sanksi etika karena tidak semua tingkah laku manusia itu dapat dinilai oleh etika.
Namun, etika memiliki makna yang bervariasi. Bertens menyebutkan ada tiga jenis makna etika sebagai berikut :
1.      Etika dalam arti nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah laku.
2.      Etika dalam ati kumpulan asas atau nilai norma ( kode etik)
3.      Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang yang baik dan yang buruk.disini etika sama arti nya dengan filsafat moral.



  •       Estetika
Estetika dan etika sebenarnya hampir tidak berbeda. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia ( baik dan buruk ). Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Tujuan estetika adalah untuk menemukan ukuran yang berlaku umum tentang apa yang indah dan tidak indah itu.
Yang jelas dalam hal ini adalah karya seni manusia atau mengenai alam semesta ini.
Seperti dalam etika dimana kita sangat sukar untuk menemukan ukuran itu bahkan sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia. Estetika juga menghadapi hal yang sama, sebab sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran yang dapat berlaku umum mengenai ukuran indah itu. Dalam hal ini ternyata banyak sekali teori yang membahas mengenai masalah ukuran indah itu. Zaman dahulu kala, orang berkata bahwa keindahan itu bersifat metafisika ( abstrak ). Sedangkan dalam teori modern, orang menyatakan bahwa keindahan itu adalah kenyataan yang sesungguhnya atau sejenis dengan hakikat yang sebenarnya bersifat tetap
.


Estetika dapat dikatakan sebagai teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan nilai indah-jelek ( tidak indah). Nilai estetika berarti nilai tentang keindahan. Keindahan dapat diberi  makna secara luas/secara sempit , dan estetika murni.
a.       Secara luas, keindahan mengandung ide kebaikan.bahwa segala sesuatu yang baik termasuk yang abstrak maupun nyata yang mengandung ide kebaikan adalah indah. Keindahan dalam arti luas meliputi banyak hal, seperti watak yang indah, hukum yang indah, ilmu yang indah,dan kebajikan yang indah.
b.      Secara sempit, yaitu indah yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan (bentuk dan warna)

c.       Secara estetika murni, menyangkut pengalaman estetika seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yg diresapinya melalui penglihatan, pendengaran, perabaan dan perasaan, yg semuanya dapat menimbulkan persepsi (anggapan ) indah.
   Disini kita membahas etika dalam berpakaian dengan baik. Ada etika-etika yang sebaiknya dipenuhi dalam berpakaian, yaitu sebagai berikut :

Menutup Aurat Bagian Tubuh
Saat ini banyak kita jumpai gadis dan wanita yang tidak menutup aurat dengan bajunya, sehingga dapat memunculkan rangsangan kepada kaum laki-laki yang melihatnya. Ada banyak pilihan pakaian yang tertutup dan sopan yang bisa digunakan tanpa mengurangi kecantikan perempuan. Seharusnya pemerintah memberikan teguran dan hukuman bagi orang-orang yang mengumbar tubuhnya.

Sesuai Dengan Tujuan, Situasi dan Kondisi Lingkungan
Jika ingin sekolah gunakanlah pakaian seragam sekolah, bukan pakaian untuk tidur (piyama), renang, kerja, dan lain-lain. Apabila suhu di luar rumah sangat dingin, gunakanlah jaket yang tebal, bukan memakai pakaian tipis.

     Tampak Rapi, Bersih, Sehat, dan Ukurannya Pas
Pakaian yang dipakai sebaiknya pakaian yang telah dicuci bersih, disetrika rapi dan jika dipakai tidak kebesaran maupun kekecilan. Pakaian yang kotor merupakan sarang penyakit bagi kita diri sendiri maupun kepada oang lain yang ada di sekitarnya.

      Tidak Mengganggu Orang Lain
Pakailah baju-baju yang biasa-biasa saja tidak mengganggu akivitas maupun kenyamanan orang lain. Misalnya menggunakan gaun wanita dengan ekor puluhan meter sangat tidak pantas jika kita gunakan di tempat seperti di bus umum.

       Tidak Melanggar Hukum Negara dan Hukum Agama
Sebelum memakai pakaian ada baiknya diingat-ingat dulu hukum di dalam maupun di luar negeri. Hindari memakai pakaian yang bertentangan dengan adat istiadat, hukum budaya yang berlaku di tempat tersebut. Di mana bumi di pajak, di situ langit di junjung.

Selasa, 05 April 2016

Contoh Narative Text

                                           MY HOLIDAY

  It was Sunday, the end of my holiday indeed, when friends of mine suddenly came to my home and picked me up. They told me that we were going to go out of town. That was unpredictable and really surprised me because there was no any confirmation before.

  At 9 o’clock in the morning, we departed from my home and realized that the road was very crowded. Then, we decided to take freeway to save the time. For about thirty minutes later, we were out. But not arrived yet. We tried to find a store to buy some food and drink as our provisions. After we got them, we continued our trip to Boyolali. Well, it took approximately two hours to get there.

  In the afternoon, we arrived and came in to one of my friend’s house first. There, we could take some rest and had lunch together. After that, according to the plan, we had to continue our trip to go to Tlatar. But, my friend’s mother asked us to take some fruit as gift. The fruit such as mangoes, rambutans and guava. It was out of our meant,because the fruits are very sweet so we accept it. We were so very happy because we get a sweet fruits from my friend’s mother.

  After we got a lot of gift, we went to Tlatar, a special nature park and pond in Boyolali. The way to get there was really nice, we could see the fields and woods around us with the beautiful mountain behind them. Furthermore, we could feel the fresh air which was difficult to be found in Semarang. In Tlatar, we could swim and fishing. While some of us were swimming, the others were fishing or just enjoyed the view. We also ordered some food and drink,and did not forget to eat fruits from my friend’s mother.

  The other and the last place we visited was Badhe Dam. It was big dam in Boyolali. We got there when it was getting afternoon around at five o’clock. Well, the situation there was really amazing. It was the right place to calm our self and mind. The beautiful dam with the blue sky were really a wonderful mixture of nature. We relaxed and felt calm together. And did not forget to take pictures together.

  At six, we realized that it was getting to dark,because we didn’t bring umbrella.we worried if it would be rain so  we had to back to Semarang. So, we decided to departed right away. We were very glad and enjoyed our trip together, at nine we arrived to semarang.after I came back to my home I felt so tired because of the travel but I felt so really happy,We would never forget it because that was my best travel with my friends.

Minggu, 03 April 2016

Making Cubecraft



How To Make Cubecraft


Material:
-Photo Paper
-Printer
-Scissors/Knife
-Cooking oil
-3 sheets of tissue
-Glue

Steps:
-First, Find design Cubecraft in the Internet.
-Second, Print the design with photo paper.
-After that basting the image with a little cooking oil by using a tissue evenly.
-Cut the border images using a Scissors. And cut the red line by using a knife carefully.
-after finish cut the image, fold the black sides which are marked with a letter, and fold the  black line.
-Then,giving a glue on the black sides which are marked with a letter.
-And then, Stick the side that has the same latters until it forms a shape.
-The last, unite the head, body,feet, and hands.

-Finish

Minggu, 27 Maret 2016

Kiat-Kiat Menghadapi Globalisasi



v Pengertian Globalisasi Menurut para Ahli

Menurut Selo Soemardjan – Pengertian Globalisasi adalah sebuah proses terbentuknya suatu sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat yang berada di seluruh dunia yang bertujuan untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama.
Menurut Edison A. Jamli dkk – Pengertian Globalisasi ialah sebuah proses yang muncul dari sebuah gagasan, yang kemudian ditawarkan agar diikuti oleh bangsa lain yang pada akhirnya akan sampai pada sebuah titik kesepakatan bersama dan menjadi panutan bersama bagi bangsa-bangsa yang berada di seluruh dunia. 
Menurut Emanuel Ritcher – Pengertian Globalisasi adalah suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat dimana mereka sebelumnya berpencar dan terisolasi yang nantinya akan saling memiliki ketergantungan dan mampu mewujudkan persatuan dunia.
Menurut John Huckle – Pengertian Globalisasi ialah suatu proses dengan kejadian, kegiatan dan keputusan di salah satu belahan dunia yang berubah menjadi suatu konsekuensi yang signifikan untuk seluruh masyarakat di daerah yang jauh sekalipun.


v Pengertian Globalisasi Menurut Wikipedia
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegrafdan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.

v Kiat-Kiat Untuk Menghadapi Globalisasi
1. Memperkuat ketakwaan dan keimanan pada Tuhan
(sesuai dengan agama masing-masing)
          Memperkuat ketakwaan dan keimanan pada Tuhan bisa dengab cara memperbanyak beribadah, mlakukan perintah, dan menghindari yang telah dilarang oleh agama. Karena sesungguhnya agama adalah dasar dari kehidupan kita ini. Agama yang kita anut pasti memiliki aturan yang baik untuk terhindar dari pengaruh buruk globalisasi. Cara ini sangat efektif untuk menghadapi Globalisasi, terutama Globalisasi Ideologi dan Budaya.

2. Menyaring Kebudayaan Luar dengan sebaik-baiknya

Banyak sekali kebudayaan buruk dari luar yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita seperti cara berpakaian, cara berbicara dengan yang lebih dewasa, makanan, dan banyak lainya. Untuk menyaringnya maka kita harus memikirkan kebudayaan seperti apa yang bisa kita terima dan juga tidak dengan melihat manfaat. Jika kurang bermanfaat maka sebaiknya kita tidak menerima budaya tersebut.


3.  Melestarikan Budaya Sendiri
Dengan kita melestarikan budaya kita sendiri atau mengembangkanya menjadi lebih baik maka budaya kita tidak akan tersingkir oleh kebudayaan dari luar. Kita tak harus menguasai semua kebudayaan yang kita miliki tentunya, karena negara kita memiliki ratusan ribu kebudayaan. Kita minimal bisa melestarikan budaya dari desa atau kota kita sendiri. Lakukanlah permainan & tradisi baik yang dimiliki oleh daerah kita, mainkanlah alat musik dari daerah kita, buatlah perlombaan bertemakan tarian daerah. Jika kita bisa melestarikan atau mengembangkan budaya kita dengan baik. Dengan budaya bisa juga menjadi pendapatan nantinya dikarenakan wisatawan asing datang ke daerah kita.


4. Membeli produk dalam negeri sendiri
Dengan membeli produk dalam negri maka kita dapat memajukan program MEAN, dapat mensejahtrakan pengusaha di negri sendiri dan terhindar dari ketergantungan atau penjajahan produk dari negri lain. Jika kta membeli produk dalam negri maka produk dari luar “tidak laku” di negri kita sehingga mereka tidak menjajahi kita dengan produknya.

Banyak masyarakat Indonesia yang kurang mencintai produk dalam negrinya sendiri, bahkan banyak yang menyepelekannya. Sedangkan produk di Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik.

Ada sebuah kisah, ada pengrajin Indonesia mengekspor barangnya ke luar negri (Inggris) karena kurang laku di Indonesia dengan harga satuan 20rb rupiah. Lalu ada wisatawan dari Indonesia di Inggris membeli suvenir dari toko ternama seharga 100rb untuk kenangan-kenanganya, dia sungguh senang & bangga membelinya karena dia berpikir itu produk dari Inggris yang indah yang tidak dapat dijumpai di Indonesia dan bila ada di Indonesia barang itu “Mudah Rusak” pikirnya, ternyata tidak barang yang dia beli adalah produk asli dari Indonesia. Sungguh tidak baik meremehkan produk dalam negri sendiri.

5. Mencintai Negara Sendiri
          Mencintai negara kita memang harus dilakukan oleh penduduknya, karena akan tidak nyaman mendiami suatu negara yang tidak dicintai. Tetapi banyak pemuda di Indonesia kurang mencintai negaranya, malahan lebih mencintai negara lain seperti Jepang, Korea, dan Inggris dikarenakan hanya mengidolakan beberapa budaya dan karya dari negara tersebut. Tetapi mereka tidak sadar dimana mereka selama ini tinggal, makan, beristirahat, dilindungi, dan menikmati hidupnya .

6. Menggunakan Perkembangan IPTEK dengan sebaik-baiknya
          IPTEK sangat cepat perkembanganya, kita sebaiknya mengimbangi perkembangan ini untuk tidak tertinggal teknologinya dari negara lain. Lebih banyak informasi dan kegunaan yang tersedia dari perkembangan IPTEK ini, tetapi juga banyak pengaruh buruknya. Maka sebaiknya kita lebih berhati-hati dan sadar untuk menghindari hal yang buruk seperti hal yang berbau pornografi, kekerasan untuk anak, lebih berhati-hati dalam menyikapi social media dan banyak sebagainya.

7. Memberi Arahan pada Generasi Muda Tentang Globalisasi
          Dengan memberi pengetahuan tentang bagaimana menyikapi Globalisasi pada generasi muda, maka generasi-generasi berikutnya pun akan lebih baik menyikapi globalisasi ini agar terhindar dari keburukannya dan mendapatkan kebaikan bagi dirinya ataupun bagi orang disekitarnya.

8. Mendukung Petani dan Pengusaha dari negri Sendiri
          Memang terbilang kurang dukungan kepada petani dan pengusaha di negri kita ini, walaupun sekarang sudah ada peningkatan dukungan untuk petani dan pengusaha kita. Kita bisa mendukung petani dan pengusaha kita dengan hal yangkecil, yaitu belilah sayur dan buah-buahan lokal di pasar modern atau di pasar tradisional. Kita bisa menanyakan berasal dari mana buah atau sayur ini? Jika jawabanya adalah berasal dari negara lain maka sebaiknya anda membeli buah atausayur yang lain. Sama halnya dengan pengusaha kita, kita apresiasi lah usaha mereka dengan tidak membeli produk luar dan membeli produk pengusaha dalam negri.

9. Meningkatkan Kualitas Belajar
(untuk pelajar ataupun mahasiswa)
          Untuk para pelajar mungkin anda merasakan kualitas belajar anda kurang baik, tetapi orang yang disekitar anda tidak mengetahuinya. Mengapa kualitas belajar harus ditingkatkan, karena hanya sedikit sekali pelajar yang benar-benar belajar yang telah ia pelajari di sekolahnya. Bisa dibilang dari 40 orang dari satu kelas hanya ada 3-5 yang benar benar memiiki kualitas belajar. Sedangkan yang lainya berharap dari 3-5 orang tersebut untuk menjawab tugas dan ujian. Yap contek-mencontek sudah seperti budaya bagi kalangan remaja. Remaja sekarang lebih senang memiliki nilai yang baik dengan cara apapun. Mengapa hal demikian bisa terjadi, dikarenakan masyarakat Indonesia kebanyakan bear-benar menilai seseorang dari nilai, bukan dari ilmunya. Kejujuran sudah jarang di negri kita ini.

          Banyak pelajar yang berkomentar tentang sekolahnya yang berangkat pagi pulang petang, sampai rumah cape dan tidak belajar lagi, ditambah kursus diluar dan sebagainya, “masih bilang gue gak belajar?” katanya. Padahal kenyataan yang sesungguhnya mereka hanya bermain saja disekolahnya, menghabiskan uang dengan jajan, jalan-jalan dengan temanya sepulang sekolah dll. Saya pernah menjadi pelajar dan karena itu saya tau. Jika anda bukanlah orang yang kurang memiliki kualitas belajar. Jadi perbaiki lah kualitas belajar anda.

         Jika generasi mudanya hanya lebih suka mengeluh dan meminta bantuan dari orang lain. Kita harusnya malu dengan negara lain. Diibaratkan pelajar jepang sibuk dengan membuat robotnya, pelajar Jerman sibuk dengan penemuan-penemuanya, pelajar Korea Utara sibuk dengan mengembangkan pertahanannya, pelajar atau pemuda Palestina sibuk dalam mempertahankan negaranya, Pelajar Cina sibuk dengan teknologinya. Nah bagaimana dengan anda, disibukan dengan apakah anda?

          Tidak semua pelajar Indonesia ini buruk, banyak sekali yang juara, sukses dalam berkarya, dan penemu-penemu cerdas dalam bidang nya. Maka kita tidak boleh mengucilkan pelajar seperti ini di negri kita, walaupun tidak bisa berbuat banyak karena hanya rakyat biasa dan hanya bisa bangga saja, kita bisa mempromosikanya lewat social media. Ini juga sebenarnya adalah tugas dari Pemerintah yang seharusnya merangkul pelajar-pelajar yang berprestasi dengan sebaik-baiknya, jangan sampai mereka berpindah tangan ke swasta asing. Dengan adanya globalisasi diharapkan pelajar di negri kita tidak terkena keburukanya dalam penurunannya pendidikan.

10. Meningkatkan Mutu dalam Bekerja

          Negara kita perlu peningkata mutu dalam bekerja, apalagi sekarang dengan adanya MEAN pekerja di Indonesia tidak hanya bersaing dengan negri sendiri, tetapi bersaing dengan banyak negara. Agar pekerja dalam negri sendiri tidak tersingkir oleh Globalisasi ini. Maka Kita harus meningkatkan mutu bekerja sesuai dengan bidang yang sedang kita tekuni sekarang.