Pada postingan kali
ini berisi permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan salah satu kelurahan
di Kecamatan Bekasi Utara.
PERMASALAHAN SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKITAR
Daerah Kelurahan yang akan dibahas permasalahan sosialnya
yaitu daerah Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Luas
wilayah Kelurahan Kaliabang Tengah ini ± 397.785 Ha. Kelurahan Kaliabang Tengah
dialiri oleh Sungai Tanggul dan beberapa aliran anak-anak sungai lainnya.Berada
pada ketinggian : 10 m dari permukaan laut. Suhu rata-ratanya yaitu ± 30ÂșC.
v
Batasan
Wilayah
Secara
administrasi Kelurahan Kaliabang Tengah memiliki batasan
wilayah
sebagai berikut:
-
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya
-
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi
Utara
-
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan
Satria
-
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Bahagi a Kecamatan Babelan
Kabupaten
Bekasi
v Pengertian
Masalah Sosial
Masalah
sosial adalah suatu masalah yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial dan
lembaga-lembaga kemasyarakatan. Mengapa dikatakan sebagai masalah sosial karena
berkaitan dengan gejala-gejala yang menggangu ketentraman di dalam masyarakat.
Dengan demikian masalah sosial menyangkut nlai-nilai sosial yang mencakup segi
moral, karena untuk dapat mengklasifikasi suatu persoalan sebagai masalah
sosial harus digunakan penilaian sebagai pengukuranya.
v Permasalahan
Sosial yang terjadi di Kelurahan Kaliabang Tengah
Banyak
keanekaragaman masalah sosial yang terjadi di lingkungan sekitar kita, di antaranya
yaitu :
·
Kurangnya kesadaran dalam menjaga lingkungan
tetap bersih
Bicara tentang lingkungan sekitar, tentunya
tidak dapat dipisahkan dari kegiatan manusia itu sendiri. Setiap orang
diharapkan berpatisipasi dan bertanggung jawab untuk mengatasinya seperti anak
muda yang sebaiknya giat kerja bakti membersihkan lingkunganya minimal seminggu
sekali, para orang tua yang mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menjaga
lingkungan, dan pemerintah setempat lebih gencar lagi untuk mempromosikan agar
warganya lebih menjaga kebersihan lagi.
Semakin modern nya kehidupan seharusnya
kesadaran akan lingkungan semakin tinggi, namun saat ini yang terjadi tidaklah
demikian bahkan sebaliknya di daerah ini. Jika bukan orang disekitar wilayah
tersebut yang menjaga lingkunganya tetap bersih. Siapa lagi? Menjaga kebersihan
di lingkungan sekitar juga berdampak positif bagi diri sendiri dan orang lain.
Jika menjaga kebersihan lingkunganya dengan baik, maka tinggal di lingkungan
tersebut menjadilebih nyaman lagi, tidak berbau, bisa menjegah banjir juga.
·
Kurangnya kesadaran untuk memperbaiki system
drainase (selokan) dalam lingkungan
Banyak sekali perumahan atau wilayah di
Kelurahan Kaliabang Tengah yang sistem drainase nya kurang baik. Ada sistem
drainase yang mengendap atau tidak lancar, banyaknya sampah yang menupuk, tidak
jelas aliran airnya menuju kemana, dan bahkan ada yang tidak memiliki sistem drainase
(selokan) di rumahnya. Hal ini sangatlah memperhatinkan karena dari sistem
drainase ini memiliki dampak yang sangat tidak baik, yaitu:
o Sistem drainase yang tidak lancar atau
mengendap dapat menimbulkan nyamuk lebih mudah untuk berkembang biak disekitar
kita. Bisa juga akan menimbulkan penyakit DBD tentunya. Lebih mudah terjadi
banjir saat hujan karena air dari tetesan hujan tidak mengalir secara baik
melalui drainase.
o -Banyaknya sampah yang menumpuk dapat
menimbulkan bau yang tidak sedap dilingkungan rumah sehingga mengurangi
kenyamanan di rumah, dan dapat mengundang lalat untuk datang. Hal ini juga dapa
menyebabkan penyakit seperti diare.
o -Tidak memiliki sistem drainase atau tidak
mengaktifkan sistem drainase dapat mengacaukan aliran drainase yang sudah ada.
Ibaratkan saat banjir air sudah mengalir dengan baik di sistem drainase
tetangganya tetapi saat air melalui rumah yang tidak memiliki system drainase
maka air tersebut tentunya akan langsung melewati jalanan sehingga terjadilah
banjir di daerah tersebut.
Dalam masalah ini warga sekitar dan
pemerintah daerah tersebut turut bertanggug jawab dalam meminimalisisr masalah
ini, bahkan sebaiknya meniadakan masalah ini di daerahnya.
Sistem drainase yang kurang baik biasanya
dikarenakan kurangnya kesadaran dari warganya akan kegunaan dan pentingnya
sistem drainase (selokan) ini, tidak memiliki waktu atau malas untuk
membersihkan selokan.
·
Masih beroperasinya perampokan/pencurian
Perampokan dan pencurian masih sering
terjadi, hal ini di dasari oleh faktor ekonomi sang pencuri. Kurangnya uang
membuat pencuri nekat untuk melakukan tindakan pencurian dan perampokan. Hal
ini disebabkan juga karena banyak warga yang kurang waspada akan keberadaan
pencuri. Penurian dan perampokan biasanya terjadi di tempat perumahan yang
relatif sepi dan kurangnya penjagaan dari satpam atau siskamling seperti daerah
perumahan BTN.
·
Masalah Kemiskinan
Kemiskinan saat ini memang merupakan suatu
kendala dalam masyarakat ataupun dalam ruang lingkup yang lebih luas.
Kemiskinan menjadi masalah sosial karena ketika kemiskinan mulai merabah atau
bertambah banyak angka kriminalitas yang ada akan meningkat. Banyak orang saat
ini menerjemahkan kemiskinan sebagai pangkal penyebab masalah sosial dan
ekonomi. Kini kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalam
masyarakat sudah menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas,
sehinggaadanya kejanggalan atau batas pemisah dalam interaksi atau komunikasi
antara orang yang berada di tingktan yang dibawah dan diatasnya.
Kemiskinan juga berpengaruh terhadap
lingkungan hidup yang akhirnya akan merusak lingkungan itu sendiri. Penduduk
yang terdesak akan mencarilahan-lahan kritis atau lahan-lahan konservasi
sebagai tempat pemukiman. Lahan-lahan yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan
penyangga atau mempunyai mempunyai fungsi konservasi tersebut akan kehilangan
fungsi lingkunganya setelah dimanfaatkan untuk kawasan pemukiman.
·
Penyalahgunaan Miras danNarkoba
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan
obat-obatan berbahaya. Narkotika adalah obat untuk menenangkan syaraf,
menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan rangsangan, contohnya morfin,
heroin, dan kokain. Zat-zat yang tergolong narkoba umumnya dipakai dalam dunia
medis. Siapa pun yang menggunakannya untuk tujuan di luar tujuan pengobatan
(medis) tergolong tindakan yang salah. Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah
sosial yang sangat serius. Pemakai narkoba akan kecanduan. Zat-zat itu
perlahan-lahan merusak tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran narkoba dan
penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan.
Negara kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum sangat berat. Mereka yang menggunakannya pun bisa dihukum. Demikian pula penggunaan alkohol. Agama telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi alkohol. Negara kita juga memiliki undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat. Meskipun demikian, masih ada banyak orang yang menyalahgunakan alkohol. Kamu tahu apa yang terjadi kalau orang terlalu banyak minum alkohol? Orang itu akan mabuk. Dalam keadaan mabuk, orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Keadaan ini tentu akan mengganggu ketertiban masyarakat.
Pelaku pengguna narkoba dan miras sekarang tidak
mengenal usia dari anak-anak, remaja, pemuda atau pemudi, dan juga orang yang
sudah tua. Hal ini terjadi karena kurang pengetahuan akan bahaya dari narkoa
dan miras, pergaulan yang kurang baik sehingga tidak bisa menolak pemberian dan
pemakaian narkoba ataupun miras, adanya penjual. Jika penjual diberantas semua.
Tentunya tidak akan ada lagi yang menggunakanya. Yang kecanduan sebelumnya pun
bisa ke panti rehabilitasi, tapi kebanyakan malas untuk mencoba rehabilitasi
dikarenakan jarak yang jauh dan takut dkenakan biaya. Hal ini terjadi biasanya
terjadi di daerah yang tidak menentu, semua daerah di Kelurahan Kaliabang
Tengah bisa mengalami kasus narkoba dan miras, tergantung pada warganya
sendiri.
·
Anak Jalanan
Menurut Department Sosial, anak jalanan
adalah anak yang menghabisakan waktunyauntuk mencari nafkah di luar rumah.
Beberapa ciri umum anak jalanan, di antaranya yaitu berada di tempat umum,
berpendidikan rendah, pakaian yang kurang baik keaadaanya, dan berasal dari
keluarga yang kurang mampu. Anak-anak jalanan biasanya dapat di temukan di
daerah Kelurahan Kaliabang Tengah ini seperti di pasar tradisional, pusat
pembelanjaan, di pinggri jalan, di dalam angkot. Kebanyakan dari mereka yaitu
berprofesi sebagai pengamen.
Kondisi seperti ini jelas tidak baikbagi
perkembangan dan masa depan anak, Karena dapat merusak etika, moral, dan
pergaulan. Seperti yang kita tau, hidup di jalanan sangatlah keras.
·
Sampah
Masalah sosial yang juga dihadapi masyarakat Kaliabang
Tengah adalah sampah. Masalah sampah sangat mengganggu, terutama kalau tidak
dikelolah dengan baik. Bagaimana dengan pengelolaan sampah di lingkunganmu?
Bagi masyarakat pedesaan, sampah mungkin belum menjadi masalah serius. Tapi,
tidak demikian dengan masyarakat yang tinggal di kota atau di daerah padat penduduk.
Masyarakat kota dan daerah padat penduduk menghasilkan banya sekali sampah.
Sampah segera menumpuk jika tidak segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) sampah. Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Kebersihan, memikul
tanggung jawab dalam mengelola sampah.
Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap.
Sampah yang ditumpuk dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular. Misalnya,
muntah berak (muntaber), penyakit kulit, paru- paru, dan pernapasan. Karena
itu, kalau kamu perhatikan, di lingkungan tempat tinggalmu ada selalu ada
petugas sampah. Setiap bulan orang tuamu membayar iuran sampah. Pernahkah kamu
mengalami keadaan di mana sampah tidak diangkut lebih dari satu minggu?
Lingkungan menjadi bau, bukan? Bagaimana Pak RT dan masyarakat di lingkunganmu
memecahkan masalah ini? Masalah lain berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan
buruk membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga Kaliabang Tengah yang
membuang sampah sembarangan tidak mengenal usia muda sedang ataupun tua, dan
tidak mengenal tempat juga membuangnya. Hal ini terjadi karena kebiasaan atau
budaya membuang sampah seenaknya. Sulit untuk mencegahnya karena masalah
tergantung dari pribadinya masing-masing.
Sangat menjengkelkan bila saya melihatorang membuang
sampah sembarangan seperti membuang sampah dari dalam mobil ke jalan, buang
sampah rumah tangga dikali, dan ada juga yang buang KASUR ke sungai malahan
saya pernah sendiri melihat seorang ayah menyuruh anaknya membuang sampah ke
sungai. Hal ini malah akan membuat sikologis anak bahwa buang sampah
sembarangan itu “boleh” dan kebiasaan itu tentunya bisa sampai dewasa dan susah
untuk dihilangkanya.
·
Rusaknya atau
buruknya fasilitas umum
Coba sebutkan apa saja fasilitas
umum di lingkunganmu? Beberapa fasilitas umum yang mudah dijumpai adalah sarana
transportasi (kereta api, bis, angkot, kapal laut, kapal terbang), sarana
pendidikan (sekolah), sarana kesehatan (Puskesmas, balai kesehatan ibu anak,
Posyandu, rumah sakit), dan sarana hiburan (rekreasi). Bagaimana keadaan
fasilitas umum ini di lingkunganmu? Apakah dalam keadaan baik atau rusak? Apa
yang kamu lakukan kalau melihat fasilitas umum dalam keadaan rusak
Mengapa buruknya fasilitas umum menjadi masalah sosial? Fasilitas umum digunakan secara bersama oleh masyarakat. Kalau fasilitas umum itu rusak, maka masyarakat tidak bisa menggunakannya. Apa yang terjadi jika bis-bis dan angkot rusak? Apa yang terjadi ketika kereta api rusak atau anjlok? Ratusan bahkan ribuan warga masyarakat terlantar. Mereka tidak bisa bepergian ke tempat lain. Mereka juga pasti menderita kerugian yang sangat besar. Coba kamu perhatikan keadaan fasilitas umum di lingkunganmu. Banyak fasilitas umum dalam keadaan rusak atau tidak terpelihara, bukan. Banyak sarana transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal sudah tua dan kotor. Demikian juga fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti telpon umum, WC umum, tempat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya. Fasilitas umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian, masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.
v Cara Mengatasi Permasalahan Sosial
Sebenarnya cara untuk mengatasi setiap
masalah sosial ini berbeda-beda tergantung dari jenis masalah sosialnya, tetapi
saya hanya akan membahas satu permasalahan sosial yang terjadi dikarenakan saya
memiliki tugas untuk memilih satu permasalahan sosial saja di Kelurahan
Kaliabang Tengah yang saya pilih ini.
Masalah Sosial yang saya pilih yaitu mengenai
Sampah.
Cara mengatasi atau menanggulangi
permasalahan sampah:
·
Perhatian Kepada anak untuk mengajarinya
tentang membuang dan memperlakukan sampah dengan baik
·
Menegur siapa saja yang kita lihat membuang
sampah sembarangan
·
Melakukan kerja bakti minimal seminggu sekali
pada setiap RT di kelurahan Kaliabang Tengah
·
Pemerintah setempat memfasilitasi tempat
sampah di tempat umum yang memadai
·
Memberikan sanksi tegas bagi orang yang
membuang sampah sembarangan
·
Memberikan penyuluhan tentang sampah kepada
masyarakatnya
·
Menyediakan tempat sampah di Angkutan Umum
atau kendaraan Pribadi
·
Lebih mendekatkan diri kepada yang Maha Esa
sehingga bisa sadar bahwa membuang sampah sembarangan bukan budaya yang baik
·
Mempromosikan tentang pentingnya membuang
sampah pada tempatnya melalui poster,media sosial, ataupun iklan di Televisi
·
Memanfaatkan sampah menjadi pupuk dan
memanfaatkan sampah mrnjadi barang-barang kerajinan yang memiliki kualitas dan
layak untuk dikomersilkan, Hasil dari penjualanya pun bisa sebagai pendapatan
yang menjanjikan. Bahkan Pemerintah daerah bisa mendukung gerakan ini sehingga
dapat mengurangi angka kemiskinan dengan baik di daerah itu juga dengan
mengadakan pemanfaatan sampah di setiap RW.
Sekian Postingan dari saya. Semoga Kelurahan Kaliabang Tengah menjadi wilayah kelurahan yang terbersih dan warganya sadar akan lingkungan yang bersih dan sehat. Terima Kasih Sudah Membaca ☻