Jumat, 17 Juni 2016

Religiusitas dengan Perilaku Sosial

Sebelum kita menuju topik utama, lebih baiknya kita menegetahui dahulu apa itu Religiusitas dan apa itu Perilaku Sosial.

Berdasarkan istilah religi kemudian didapatkan istilah religiusitas. Religiusitas banyak diartikan oleh banyak filsafat, ilmuan, profesor, dan sebagainya. Maka disini saya menyimpulkan apa itu Religiusitas. Religiusitas adalah suatu hal yang menyangkut agama dari seseorang atau kepercayaan dari suatu hal akan adanya Tuhan atau Dewa, yang telah dihayati dalam hati yang dapat mengatur kehidupan seseorang sesuai dengan tingakatan kepercayaan dengan agamanya. Dalam agama terdapat aturan-aturan yang mengikat yang harus dilakukan oleh penganutnya, yang sangat berpengaruh juga dengan Perilaku Sosialnya.

Perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Referensi lain menyebutkan bahwa perilaku sosial merupakan apa yang dilakukan oleh seseorang dan situasinya. Dimaksudkan disini adalah setiap manusia akan bertindak dengan cara yang berbeda dalam situasi yang salam, setiap perilaku seseorang merefleksikan kumpulan sifat unik yang dibawanya ke dalam suasana tertentu yaitu perilaku yang di tunjukkan seseroang ke orang lain.

Menurut penelitian Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup dan dalam penelitian yang dilakukan oleh Glock dan Stark (Widiyanta, 2005), ada lima dimensi religiusitas, yang oleh peneliti akan dijadikan aspek-aspek dalam menyusun skala religiusitas yaitu:

  A. Religious practice (the ritualistic dimension) / Aspek Islam
            Tingkatan sejauh mana seseorang mengerjakan kewajiban ritual di dalam agamanya, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan sebagainya.

B. Religious belief (the ideological dimension)/Aspek Iman
            Sejauh mana orang menerima hal-hal yang dogmatik di dalam ajaran agamanya. Misalnya kepercayaan tentang adanya Tuhan, malaikat, kitab-kitab, Nabi dan Rasul, hari kiamat, surga, neraka, dan yang lain-lain yang bersifat dogmatik.

C. Religious knowledge (the intellectual dimension)/Aspek ilmu
            Seberapa jauh seseorang mengetahui tentang ajaran agamanya. Hal ini berhubungan dengan aktivitas seseorang untuk mengetahui ajaran-ajaran dalam agamanya.

D. Religious feeling (the experiental dimension)/Aspek Ikhsan
              Dimensi yang terdiri dari perasaan-perasaan dan pengalaman-pengalaman keagamaan yang pernah dirasakan dan dialami. Misalnya seseorang merasa dekat dengan Tuhan, seseorang merasa takut berbuat dosa, seseorang merasa doanya dikabulkan Tuhan, dan sebagainya.

E. Religious effect (the consequential dimension)/Aspek Amal
            Dimensi yang mengukur sejauh mana perilaku seseorang dimotivasikan oleh ajaran agamanya di dalam kehidupannya. Misalnya ikut dalam kegiatan konversasi lingkungan, ikut melestarikan lingkungan alam dan lain-lain.

            Faktor Pembentuk Perilaku sosial salah satunya adalah Agama, kepercayaan, atau Religiusitas. jadi hubungan dari Religiusitas dengan Prilaku Sosial itu saling berhubungan satu sama lain dimana Prilaku sosial dapat terbentuk karna adanya juga hubungan religiusitas dan begitupun sebaliknya prilaku sosial juga terbentuk karna adanya juga hubungan religiusitas, Artinya bahwa keharmonisan antar manusia berlangsung dalam suasana saling mendukung dalam kebersamaan, bisa juga adanya saling menghormati satu sama lain dan saling menghargai umat yang berbeda agama.

            Perilaku Sosial seseorang dapat menjadi buruk bisa juga tentunya karena kurangnya menghargai dan bertoleransi dengan Agama lain. Agama itu beragam, beragam aturan, budaya, anjuran, dan sebagainya. Apa yang kita anggap benar dan baik belum tentu di anggap demikian oleh orang lain juga. Perselisihan pendapat dan aturan antar umat beragama ini lah yang dapat menimbulkan perilaku sosial yang kurang baik.  Kita dapat mengambil contoh, ada suatu desa yang harmonis ditinggali oleh berbagai umat beragama seperti umat Islam, Umat Kristiani, Umat Hindu, Budha dan sebagainya. Ada suatu ketika ada hari raya Idul Adha yang diadakan oleh Umat Islam yaitu memotong hewan kurban seperti Kambing, Sapi, Kerbau ataupun Unta. Orang Islam di desa itu memotong hewan Sapi juga, tetapi hewan Sapi bagi pemeluk agama Hindu adalah hewan yang sangat suci dan hal yang sangat teramat buruk apabila membunuhnya. Maka umat Hindu bisa saja perilaku sosialnya berubah menjadi tidak baik kepada umat Islam karena kurang toleransi dari umat Islam di desa tersebut, maka bisa timbul perpecahan, permusuhan, bahkan perang ataupun pembantaian suatu umat beragama.

            Maka dari itu toleransi antar beragama sangat lah harus dilakukan, Toleransi beragama sangatlah bisa dilkakukan. Bisa diambil dari cerita sebelumnya kita dapat mendapatkan solusi toleransinya dengan cara.Umat Islam di desa itu pun bisa mengubah hewan kurbanya menjadi Kambing, Kerbau, ataupun Unta. Dan untuk umat Hindu juga bisa tidak menanggapinya dengan hal yang sangat serius, Umat Hindu pun sebaiknya mengerti dan menghargai budaya dari Agama lain juga, memiliki pengertian bahwa hal yang dilakukan oleh umat agama lain bukan untuk melecehkan agamanya. Banyak contoh toleransi lainya disekitar kita yang dapat kita lakukan. Hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menghargai agama lain akan besar pengaruhnya juga untuk kita.

Religiusitas yang buruk seperti percaya atau menganut agama yang sesat yang dapat membawa pengaruh negativ tentunya akan berpengaruh buruk dengan perilaku sosialnya.

Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.


Negara kita ini, negara Indonesia adalah negara yang penduduknya memeluk agama yang beragam. Hal ini bisa menjadi hal yang baik dan buruk bagi negara kita. Hal buruknya adalah penduduk di Indonesia mudah di profokasi, adu domba antar umat beragama yang dapat menimbulkan perilaku sosial yang tidak baik atau perpecahan yang dimanfaatkan oleh negara lain lalu mengakibatkan runtuhnya negara kita ini, sedangkan salah satu hal baiknya adalah dengan berbeda-beda agama tapi tetap satu akan menciptakan negara yang kokoh yang sangat sulit digoyah oleh negara lain, dan dapat juga menarik wisatawan dari mancanegara karena keanekaragaman agama di Indonesia ini. Mereka merasa aman dan nyaman karena ada tempat beribadah mereka juga di Indonesia dan tidak adanya konflk antar umat beragama.

Jumat, 10 Juni 2016

Membedakan Air Berkaporit dan Tidak

METODE ILMIAH

I.                 Identifikasi Masalah :
Air manakah yang berkaporit?

II.             Mengumpulkan Keterangan
Air A = Air Mineral Kemasan
Air B = Air PAM

Air A
Air B
·         Tidak memiliki bau
·         Memiliki bau
·         Tidak memiliki rasa
·         Memiliki rasa (asam)
·         Jernih
·         Jernih

III.         Hipotesis :
Air Mineral Kemasan tidak berkaporit. Sedangkan Air PAM berkaporit.

IV.         Eksperimen

1.       Air A dipisah dengan air B

 2.      Air A dan air B direbus (dipisah)
 3.      Air A dan air B diseduh dengan teh








4.      Diamkan hingga 2 hari 2 malam atau lebih
 5.  Lihat hasilnya setelah kurang lebih 2 hari kemudian

 V.  Kesimpulan

Air PAM memiliki zat pemutih air/kaporit yang membuat Air PAM itu lebih cepat berubah menjadi kehitaman/gelap ketika diseduh dengan teh (teh hijau) selama 2 hari 2 malam atau lebih.

Chourtship

What Do You Think About Chourtship?

if your teen will begin to look the opposite sex ? Not easy to answer this question . Some parents say unusual because of their sex hormones begin to form . Moreover , if most kids in high school are now commonplace in pairs , of strange if we were still teenagers alone . Other parents there who fear that anything happened . Love that occurs mostly among teenagers still love monkeys . They are still hard to hold a commitment . Because it 's worth courting process be postponed until at least level two or three in college . The most fundamental question when our children enter adolescence is how to prepare them to face the opposite sex ? How to enable them to say " no " to both the temptation and the friends themselves
Courtship Period Now
We need to understand some of the patterns of today's youth in dating ( of course had some differences with teens 70s ) :
Teenagers are now going out for entertainment only, not to get married . In other words , marriage is not their primary purpose of dating . Not a few parents react negatively to know when his son began dating . There were frantic , confused and angry and banned . We all need to ask and understand the background and rationale of our children . Then we give our views and expectations about them .
They need guidance from parents is that they do the right thing . If we panic reaction and angry, the doors of communication with children might immediately closed . In fact, communication is the key factor that the child can rethink whether it was time for him to date . For this there are two important things that we noticed , that the doors of communication with children continues to run well :
1 . How close our inner relationship with the children . This relationship will give rise to a sense of trust in their parents . Children appreciate the opinion of his father and mother .
2 . Needs of children are met in the house of love . If the child feels unloved , he tends to look for these needs outside the home , among his friends . It would be the danger if it turns out he's got love in the wrong places .
The second reason , teenage dating is trying to show their self-esteem . Children whose self - esteem is less good , trying to find a way to have a boyfriend pride he could be proud of . He wants his friends recognized . If she has a boyfriend and girlfriend beautiful , especially smart then he will feel proud and self-esteem grow .




impact of courtship
For us , going to have positive and negative impacts :
* School Achievement
Courtship can decrease or increase the achievement of our learning . Increasing achievement usually because the spirit of learning , which rose due to a boyfriend who continues to provide encouragement and attention , or because they want to prove to the parents that although our courtship we had not bothered learning achievement .
Achievement of learning may decline if there are problems severe enough to interfere with concentration and passion to learn or prefer to spend time with her boyfriend than learning .
* Social Intercourse
Social interaction with peers and social environment around can be expanded or narrowed . Socially narrow if we spend more time alone , baseball slang again with another friend . The longer we usually become very dependent on our partner or vice versa and have no choice other social interactions .
Relationship with the family was usually become estranged because of more free time is spent with a girlfriend .
* Can stress
Relationship with girlfriend certainly not as smooth as initially suspected because there are differences in the characteristics , background , as well as differences in wants and needs . That caused a lot of problems occur in relationships . Usually it will drain energy and cause stress to the emotions and can interfere with daily life .
* Developing new behaviors
Courtship behavior can mean the emergence of a positive or negative behaviors appear otherwise . Dating can help people develop a positive attitude that is formed when the interaction is positive , while the interaction is of course much less supportive of allowing the formation of negative behavior .
For example , going out with someone who is good photographed . Thus , it is not likely we will catch little stuff . Or going out with people who really care about others and helper , then we could have been ignored previously infected . Similarly, the negative behavior .

Courtship healthy and responsible :
1 . Be open , willing to share their thoughts and feelings in an open, honest , willing to come clean with freshly us on boyfriend 's behavior . Ready to accept criticism and compromise
2 . Receiving it is henna that is guided by feelings of affection . Not demanding something which is beyond his ability .
3 . Adjust to each other . If in this process too often noisy , it is necessary to consider the possibility of separation .
4 . Not involve sexual activity because it can obscure the process get to know and understand each other .
5 . Mutual dependencies , each felt the interdependence of each other . Therefore , we expected and boyfriend were able to complement the deficiency , while the advantages that are expected to cover the lack of a partner.
6 . Mutual respect , mutual respect for each other in an equivalent position .

Conclusion
If neccesary , we can avoid to date now because,there’re more disadvantages than the advantages